Penggiat Seni Gelar Kenduri Malam Seribu Bulan, Maknai Ramadan di Masa Pandemi
Bagi para penggiat seni yang ingin ikut dalam perhelatan Kenduri Malam Seribu Bulan ini bisa menghubungi Meditasi Corona Virus di akun sosial media.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka memaknai bulan Ramadan yang terasa sangat berbeda di masa pandemi Corona, para penggiat seni mengadakan pertunjukan virtual bertajuk Kenduri Malam Seribu Bulan yang akan dilakukan di malam-malam terakhir Ramadan 1441 Hijriah.
Acara ini merupakan bagian dari Meditasi Corona Virus yang merupakan gerakan para seniman di seluruh Indonesia untuk tetap berkarya meskipun dari rumah.
Satu dari beberapa penggagas Meditasi Corona Virus, Agus Susilo mengatakan bahwa Kenduri Malam Seribu Bulan ini merupakan jalan kesenian untuk bisa lebih memaknai bersama ibadah puasa yang jatuh tepat pada masa pandemi.
"Kenduri Malam Seribu Bulan merupakan satu dari rangkaian kegiatan Meditasi Coronavirus (Kontemplasi Seni Merawat Silaturahmi) berbentuk seni pertunjukan yang memanfaatkan media online sebagai panggung dengan membuka ruang selebar-lebarnya bagi seluruh pegiat seni untuk berpartisipasi berkarya serta membangun komunikasi dengan publiknya. Kegiatan ini sebagai jalan memaknai, mengapresiasi dan sumber inspirasi pelaksanaan ibadah puasa," ungkap Agus, Sabtu (9/5/2020).
Lelaki yang merupakan pendiri Teater Rumah Mata ini juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat muslim mengenal istilah malam seribu bulan atau malam lailatul qadar.
Di mana malam tersebut merupakan malam paling istimewa di dalam bulan Ramadan.
"Ramadan di masa pandemi, terkhusus malam-malam istimewa Ramadhan yang kita sebut lailatul qadar menjadi satu hal yang tetap harus dijaga kesakralannya," katanya.
"Keyakinan kami, bahasa seni memiliki kemampuan yang halus dan manusiawi untuk menggerakkan kesadaran religiusitas ekosistem kesenian di masyarakat. Dunia virtual punya kuasa lebih luas dan tanpa batas untuk hadir dan menyusup ke ruang-ruang pribadi manusia," tambahnya.
Senada dengan Agus, penggagas Meditasi Corona Virus lainnya, Ayub El-Hamzah Fahreza mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, Meditasi Corona Virus mengajak para rekan-rekan pelaku seni untuk bisa turut ikut dalam berkarya.
• Relindo Sumut Bagikan Bingkisan Ramadan kepada Petugas Kebersihan USU
"Maka kami mengundang pegiat seni di seluruh dunia untuk berkarya bersama. Ada tiga model karya yang akan kita persembahkan ke publik yakni melalui siaran langsung di grup facebook Meditasi Coronavirus, siaran langsung di facebook masing-masing Pekarya dengan waktu bersamaan, serta nonton bareng rekaman video pekarya yang sudah dikirim ke admin Meditasi Coronavirus," terangnya.
Perwakilan dari Teater Imago Medan ini menerangkan, bagi para penggiat seni yang ingin ikut dalam perhelatan Kenduri Malam Seribu Bulan ini bisa menghubungi Meditasi Corona Virus di akun sosial media.
"Untuk para penggiat seni yang mau berpartisipasi langsung bisa menghubungi kita melalui facebook, instagram, website ataupun email dengan sertakan tagar," katanya.
Untuk karya berbentuk rekaman video dapat dikirim ke alamat facebook grup Meditasi CoronaVirus, surat elektronik dengan menuliskan: #BerkaryaDariRumah #KenduriMalamSeribuBulan #MeditasiCoronavirus. Untuk Pendaftaran pekarya yang akan berpartisipasi Siaran Langsung dapat menghubungi 0823-8427-4398 (Ikha Djingga), 0878-9058-4270 (Guslo Manna), dan 0811-9200-677 (Devie Matahari).
Acara Kenduri Malam Seribu Bulan ini akan diadakan tanggal 19, 20, dan 21 Mei 2020 pada pukul 20.30 WIB sampai selesai.
Ayub mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan makna puasa dan Ramadan seutuhnya dapat tetap dirasakan meskipun harua melewatinya di masa-masa pandemi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/teater-kenduri-medan.jpg)