News Video

PREMAN Bertato Menangis Ditangkap Polisi, Gegara Pukul Anak Kecil Saat Minta Uang Untuk Beli Es Krim

Preman bernama Robin Bakara ini awalnya memalak seorang anak laki-laki penjual tisu, bernama Anggi Harahap (12) namun sang anak tak memberikannya.

PREMAN Bertato Menangis Ditangkap Polisi, Gegara Pukul Anak Kecil Saat Minta Uang Untuk Beli Es Krim

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah masa pendemi Covid-19, seorang preman diamankan warga usai memukul seorang anak penjual tisu eceran di persimpangan Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/5/2020).

Preman bernama Robin Bakara ini awalnya memalak seorang anak laki-laki penjual tisu, bernama Anggi Harahap (12) namun sang anak tak memberikannya.

Hingga akhirnya Robin nekat memukul korban dengan tangan.

Akibat pukulan itu, membuat kepala korban lebam dan bengkak di bagian kening wajahnya.

Melihat hal tersebut, warga bersama orang tua korban langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke pos polisi terdekat Pos Subnit Patwal Polrestabes Medan.

Sang Preman langsung dibawa dan ditindak para personel Polantas yang berjaga di pos.

Di dalam pos, preman tersebut ditanyai oleh para personel polisi hingga akhirnya dihukum.

Saat ditanyai, Robin mengakui memukul anak tersebut karena tak diberikan uang untuk membeli es krim.

"Aku pukul aja tadi dia, karena enggak dikasih uang tadi," kata Robin, Rabu.

"Aku baru bangun tidur, mau beli es. Enggak pernah saya begitu. Mana orangnya, enggak pernah tulang," cetusnya.

Preman dengan banyak tato ini, langsung diberi peringatan dan dimarahi petugas.

Hingga akhirnya diberi hukuman dengan disuruh untuk push up, sit up dan jalan jongkok.

Hal tersebut membuat tangannya bergetar-getar saat melakukan push-up berulang kali.

Preman yang awalnya patentengan ini, akhirnya menangis dan berjanji tidak akan melakukan aksi memalak lagi.

"Ampun-ampun saya pak, tidak akan saya memalak," ucap pria berbadan kurus ini sambil menangis.

Orang tua korban saat ditanyai menyebutkan kasihan melihat preman tersebut.

Hingga akhirnya tak membut LP di Polsek.

Ia menyebutkan hanya ingin membuat jera preman tersebut.

Karena kabarnya, Robin sering memalak anak-anak penjual barang eceran yang sering mencari nafkah di persimpangan lampu merah di Jalan Sudirman, Medan.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved