Ramadhan 2020

Tiga Tahun Jalani Ramadan di Polandia, Effsal Rindu Masakan Pedas Berbuka Buatan Ibu

Effsal menuturkan bahwa untuk mengobati rasa rindu terhadap masakan ibunya, setiap Ramadan ia rutin memasak beraneka makanan khas Indonesia.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI berbuka puasa Effsal bersama mahasiswa Indonesia di Polandia. 

"Tidak jarang dari mereka yang penasaran  terkait apa itu Ramadan beserta aktivitasnya. Selama kita jelasin kalau kita ini Islam dan harus salat puasa tidak makan atau minum. Bahkan ada temen saya yang sengaja ikutan puasa selama sehari saat saya kasih tahu ke dia kalau saya sedang berpuasa," kata Effsal.

Bercerita mengenai pengalaman berbuka puasa, pria kelahiran 2 April 1994 ini menuturkan bahwa ada beberapa tradisi khas Ramadan yang sering dilaksanakan setiap tahunnya di Polandia, diantaranya ada menyediakan paket lengkap Iftar atau menu berbuka puasa.

"Di Polandia sendiri biasanya tiap masjid mengadakan iftar setiap hari dan gratis , menu berbukanya lumayan lengkap, dari makanan pembuka, inti, sampe penutup yang dijamin kenyang. Bahkan kalau berlebih bisa dibawa pulang buat sahur," ujar Effsal.

Cara Stoper PSMS Medan M Rifqi Agar Puasanya Tetap Terjaga Selama Berlatih

Beberapa masjid di Polandia sangat royal dalam memberi fasilitas berbuka puasa kepada para kaum muslim.

Hal ini diungkapkan oleh Effsal yang pernah hampir sebulan berbuka puasa di Masjid bersama teman-temannya.

"Selama disini kita pernah juga tiga minggu full, bisa sebulan full harusnya tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun karena sahur dan berbuka difasilitasi masjid. Selain itu, kita pernah juga dapat daging halal 5 kg buat dibagikan ke orang Indonesia (yang cuma enam orang dan tinggal di satu atap) jadi seminggu bisa masak rendang, opor, rawon, untuk berbuka," kenang Effsal.

Jarak masjid dengan apartemen Effsal bisa dibilang cukup jauh dengan menempuh waktu 30 menit dengan menggunakan transportasi umum.

Ia menuturkan bahwa muslim disini sangat toleransi untuk bersama mengantarkan mahasiswa atau warga yang harus pulang sendiri.

"Kendala sih kalau bagi laki-laki kayaknya enggak terlalu tapi kalau bagi perempuan biasanya pulang tarawih jam 11 malam dan agak larut karena jadwal solat isyanya jam 10 di sini. Kadang kalau terlalu larut pulang tarawih beberapa temen muslim menawarkan diri buat nganterin ke rumah masing-masing," tutur Effsal.

Namun, untuk tahun ini Effsal dan teman muslim lainnya harus rela tidak menjalankan rutinitas tarawih seperti biasanya lantaran wabah Covid-19 yang harus membuat ia dan kaum muslim lainnya melaksanakan salat di rumah.

"Semua tempat ibadah di Polandia ditutup, tidak hanya masjid. Jadi tarawih, salat wajib, dan kegiatan di masjid ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ya kita salat jamaahnya di rumah masing-masing jadinya," ungkap Effsal.

Effsal menuturkan bahwa saat ini Polandia masih status lockdown namun untuk taman dan hutan kota sudah mulai dibuka mengingat negara ini sudah menerapkan lockdown pada awal Maret.

"Sekarang taman-taman dan hutan kota sudah mulai dibuka, orang-orang keluar harus pakai masker, dan jaga jarak minimal 2 meter. Kalau untuk transportasi dibatasi penumpangnya. Kalau untuk pusat perbelanjaan, tempat kebugaran, sekolah dan universitas hingga saat ini masih tutup," kata Effsal.

Dalam perayaan Lebaran, Effsal menuturkan bahwa tiap tahun ada agenda halal bihalal bagi seluruh warga Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia.

"Halal bihalal selalu ada dong. Di sana selalu ada disediakan makanan khas Indonesia. Jadi mengobati rasa rindu juga," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved