Pedagang Pasar Ini Selamatkan Kucing Malang dari Terkaman Ular Piton Sepanjang 4 Meter

Ular tersebut mendadak muncul lalu menggeliat di dasar sungai yang berada di sisi timur permukiman warga, sekitar pukul 23.00 WIB.

Tribun Jambi/M Ferry Fadly
Ular Piton 4 Meter vs Kucing di Batanghari, Yusuf Bantu Gigit Buntut Ular Suoaya Kucing Selamat. 

TRI BUN-MEDAN.com - Aksi seorang pemuda menyelamatkan seekor kucing dari lilitan ular piton sepanjang 4 meter.

Seekor ular besar sepanjang 4 meter membuat geger Pasar Kramat Tinggi Kabupaten Batanghari.

Pedagang kaget dengan kemunculan ular sanca atau ular sawo di Pasar Kramat Tinggi.

Pagi itu, seorang pedagang bernama Yusuf menemukan ular berukuran besar melilit kucing.

Begini Cara Mudah Lakukan Video Call 8 Orang Sekaligus di WhatsApp

Mantan Suami Nikahi Siri Zaskia Gotik, Wanita Ini Blak-blakan Bahas Isu soal Pelakor

BREAKING NEWS: Oknum Perwira Polisi/Wakapolsek Pancurbatu Ditangkap, AKP DH Pasaribu Positif Narkoba

"Saat saya temukan, ular tersebut sedang melilit kucing," kata Yusuf, Rabu (29/4/2020).

Ia menceritakan awal mula penemuan ular jenis Sawo tersebut saat tengah bekerja di pasar tersebut.

"Sekitar jam 08.00 WIB saya melihat ular tersebut," katanya.

"Mulanya saya berpikir itu adalah kucing yang sedang berkelahi. Setelah saya dekati, ternyata ular tengah melilit kucing tersebut," jelasnya.

Setelah melihat tersebut, Yusuf langsung mencoba menyelamatkan kucing tersebut.

"Buntut ular tersebut saya gigit dan akhirnya ular melepaskan lilitan," lanjutnya.

"Dan ular dengan ukuran kira kira 4 meter ini langsung saya amankan," kata Yusuf..

Ia juga mengatakan kemungkinan ular inilah yang sering memakan ayam ayam yang berada di pasar.

"Memang kalau malam, ayam ayam pedagang sering ilang, mungkin inilah pelakunya," ujarnya sambil tersenyum.

Ia mengaku belum mengetahui ular itu akan diapakan.

"Recana mau dilepas, tapi takut balik lagi," katanya.

Yusuf, seorang pedagang di Pasar Keramat Tinggi Muara Bulian tangkap ular besar
Yusuf, seorang pedagang di Pasar Keramat Tinggi Muara Bulian tangkap ular besar (Tribunjambi/fadly)

Perlu diketahui, ular sawo atau ular sanca merupakan nama umum bagi sekelompok ular-ular pembelit dari suku Pythonidae. Ular ini dikenal sebagai pythons atau ular piton.

Ular sawo atau sanca menyebar luas di Afrika, Asia dan Australia.

Beberapa jenisnya diketahui sebagai ular yang terpanjang di dunia.

CATAT NIH Cara Mendapatkan Uang Sebesar Rp 600 Ribu dari Presiden Joko Widodo

Meskipun umumnya publik mengenal jenis-jenis sanca sebagai ular yang tak berbisa, sejatinya pada kadar tertentu masih terdapat kandungan bisa pada liurnya.

Saat ini diketahui delapan genus dan 40 spesies yang diakui dunia ilmiah tergabung dalam suku ini. (M Ferry Fadly)

Mariyadi vs ular piton

Pertarungan Mariyadi vs ular piton berlangsung menegangkan.

Leher Mulyadi dililit hingga dalam posisi terpepet.

Seekor ular piton Sono Kembang sepanjang 4 meter dan berat 40 kilogram hebohkan warga Jalan Candi Lempung RT 03 RW 09, Lontar, Sambikerep, Surabaya, Sabtu (16/11/2019) malam.

Ular tersebut mendadak muncul lalu menggeliat di dasar sungai yang berada di sisi timur permukiman warga, sekitar pukul 23.00 WIB.

Ilustrasi ular piton
Ilustrasi ular piton (Tribunnews)

Beberapa warga sontak terjun ke dalam dasar sungai sedalam tiga meter itu dan berusaha menangkap ular tersebut.

Lantaran air di dalam dasar sungai tinggal sediki karena musim kemarau, warga telanjur menangkapnya.
Satu di antara warga yang terbilang berani itu, bernama Mariyadi (41).

Kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), ia mengaku sempat berjibaku sekitar 15 menit untuk menangkap ular tersebut.

Sembuh dari Covid-19, Bima Arya Ngamuk Paksa Pedagang Tutup Toko, Celetuk Warganet: Maskernya Mana?

"Saya pegang ekornya, saya tarik, sempat lepas karena melawan. Sempat tarung sama saya (berkelahi), sampai saya jatuh," ujarnya saat ditemui di lokasi penemuan ular, Minggu (17/11/2019).

Maryadi menuturkan, mulanya ular tersebut diketahui pertama kali oleh seorang petugas keamanan perumahan baru di sebelah pemukimannya, bernama Slamet saat berpatroli.

"Semalam ada satpam perumahan sebelah patroli keliling sini. Lalu lihat ular, teriak-teriak dia, jadi dia senter," jelasnya.

Mendengar kegaduhan itu, lanjut Mariyadi, warga pun dibuat geger.

Saat dipastikan ular tersebut benar adanya, Mariyadi mengaku, tanpa banyak pikir langsung terjun ke dasar sungai.

"Saya kira ular kecil, ternyata saya lihat ularnya besar," tuturnya.

Ular tersebut semula melata dengan begitu cepatnya menyusuri dasar sungai dari arah utara ke selatan.

Namun, sebelum ular tersebut berhasil berkamuflase dengan medan sungai yang puritan lantas menghilang, Mariyadi sigap pegang ekor ular tersebut lalu menariknya kuat-kuat.

Mungkin sadar menjadi bulan-bulanan manusia, ular tersebut berkali-kali melakukan perlawanan.

Mulai dari menyeringai lalu berdesis keras seraya mengulurkan lidahnya.

Tubuh Mariyadi pun dililit lipatan tubuh si ular.

"Saya menghadang pakai tangan. Pas saya pegang melibet badan saya, kena leher saya tadi malam, semenit lilit leher saya," ungkapnya.

Sejam berjibaku meladeni perlawanan hewan melata tersebut, sang ular pun takluk setelah warga beramai-ramai menyergap ular tersebut dengan siasat khusus.

Yakni, dengan menjepit kepala ular menggunakan alat besi berbentuk huruf 'T', saat dirasa gerakan ular terkunci, warga lantas beramai-ramai membuntal kepala ular dengan lapisan selotip lakban.

"Akhirnya saya himpit pakai besi bentuk T Lalu saya lakban kepalanya, saya buntal," ungkap Mariyadi.

Saat gerak-gerik ular makin tenang, dan nyaris tak melawan, Mariyadi lantas memindahkan ular yang beratnya nyaris satu karung semen itu ke sebuah kotak bekas kurungan Burung Dara yang terbuat dari lapisan kayu dan teralis.

Berlinang Air Mata Saat Menilik Curhat Sedih Mutia Ayu Ucapkan 2 Bulan Gewa, Masih Bayi Ayah Tiada

"Ya sementara dibuat hiburan buat anak-anak kecil yang mau melihatnya," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 03 Purwo Subketi (49) menuturkan, sementara waktu pihaknya masih belum miliki rencana tindakan selanjutkan terhadap ular hasil tangkapan warganya.

Semalam, beberapa jam setelah ular tersebut diamankan, ada seseorang dari komunitas pecinta ular tertarik melihat ular tangkapan warganya.

Ilustrasi ular piton
Ilustrasi ular piton (Facebook: Dayani Dhanz)

Purwo sempat mengaku optimis bahwa ular tersebut bisa diuangkan atau paling tidak dapat berpindahtangan ke pihak yang memang ahlinya.

Namun, ternyata dugaannya meleset, pihak komunitas pecinta alam tersebut mendadak urung mengadopsi ular tersebut setelah tahu bahwa status ular tersebut adalah ular liar .

"Ternyata beda kalau ular dipelihara dari kecil. Karakternya lain, gak berani Jadi enggak berani beli," ungkap pria bertopi urang itu.

Ular itu kini jadi tontonan anak-anak.

Ketua RT 03 Purwo Subekti (49) mengatakan, pihaknya belum ada rencana menyerahkan ular tersebut ke pihak lain.

Sementara waktu pihaknya membiarkan ular tersebut diamankan di dalam wadah tersebut sembari menjadi tontonan anak-anak kecil di pemukimannya.

"Ya sementara buat jadi hiburan ditonton anak-anak sini kan senang mereka," katanya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, Minggu (17/11/2019).

Sabtu (16/11/2019) malam, ungkap Subekti, beberapa jam setelah ular tersebut diamankan, ada seorang rekan salah satu warganya dari komunitas pecinta ular tertarik melihat ular tangkapan warganya.

Subekti sempat mengaku optimis bahwa ular tersebut bisa diuangkan atau paling tidak dapat berpindahtangan ke pihak yang memang ahli dalam merawat ular.

Namun, dugaannya itu meleset, pihak komunitas pecinta alam tersebut mendadak urung mengadopsi ular tersebut, setelah tahu bahwa status ular tersebut adalah ular liar yang barusan ditangkap warga.

Berlinang Air Mata Saat Menilik Curhat Sedih Mutia Ayu Ucapkan 2 Bulan Gewa, Masih Bayi Ayah Tiada

"Ternyata beda kalau ular dipelihara dari kecil. Karakternya lain, gak berani Jadi enggak berani beli," jelasnya.

Kendati begitu ia optimis bahwa suatu saat ular tersebut akan ada yang menawarnya dengan harga tertentu.

"Kedepannya ya dirawat warga, tapi nanti kalau ada yg mau beli ya monggo," ujarnya.

"Kalau nanti yang laki (ular lainya) kepegang ya nanti kami akan jual sepasang," tambahnya.

Soal kemungkinan bakal melaporkan temuan ular tersebut ke pihak BPB Linmas Surabaya ataupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Subekti mengaku belum mengomunikasikannya kepada warganya.

"Belum. Tapi kalau ada yang mau minat beli ya monggo," pungkasnya.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jambi dengan judul : Ular Piton 4 Meter vs Kucing di Batanghari, Yusuf Bantu Gigit Buntut Ular Suoaya Kucing Selamat

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved