Indonesia Bebaskan Tahanan, Negara Ini Malah Penjarakan Belasan Ribu Anggota Geng di Penjara Baja

Melansir npg.org, Bukele menempatkan anggota geng, termasuk MS-13 yang terkenal jahat, dalam sel tertutup seperti kotak baja.

Editor: Tariden Turnip
npr
Indonesia Bebaskan Tahanan, Negara Ini Malah Penjarakan Belasan Ribu Anggota Geng di Penjara Baja. Belasan ribu anggota geng sadis dikirim ke penjara paling ketat di El Salvador 

Saat negara-negara lain berlomba membebaskan tahanan akibat pandemi Virus Corona, negara miskin di Amerika Tengah ini malah melakukan langkah sebaliknya.

Bahkan Menkumham Yasonna digugat ke pengadilan karena penghuni Lapas yang dibebaskan ternyata berulah lagi setelah dibebaskan.

Sedangkan di negara miskin El Salvador, sang Presiden Nayib Bukele memberi wewenang kepada polisi dan militer negara itu untuk menggunakan peluru tajam mengatasi anggota geng, yang terlibat atas pembunuhan puluhan orang dalam sepekan terakhir.

Selain itu Bukele menempatkan semua anggota geng sadis di penjara keamanan maksimum Izalco yang tertutup 24 jam.

Melansir npg.org, Bukele menempatkan anggota geng, termasuk MS-13 yang terkenal jahat, dalam sel tertutup seperti kotak baja.

Bukele mengatakan geng mengambil keuntungan dari fokus polisi pada menegakkan lockdown virus corona.

Lima puluh tiga orang terbunuh selama akhir pekan, dengan 29 orang terbunuh pada hari Minggu (26/4/2020) saja, rekor baru pembunuhan sejak Bukele terpilih menjadi Presiden El Salvador, Juni lalu.

Belasan ribu anggota geng sadis dikirim ke penjara paling ketat di El Salvador
Belasan ribu anggota geng sadis dikirim ke penjara paling ketat di El Salvador (npr)

Saat terpilih Bukele berjanji untuk menekan angka pembunuhan.

Pembunuhan telah menurun secara dramatis Maret, ketika El Salvador memberlakukan beberapa tindakan lockdown paling ketat untuk memerangi COVID-19.

Bukele mengatakan para pemimpin geng memerintahkan pembunuhan geng saingan dari dalam penjara.

"Kami akan memastikan anggota geng yang melakukan pembunuhan ini menyesal telah membuat keputusan ini selama sisa hidup mereka," kata Bukele dalam sidang kabinet, Senin.

Pihak berwenang mengaitkan serentetan pembunuhan warga sipil dan beberapa anggota geng ke geng yang berusaha menunjukkan kekuatan mereka. Beberapa penangkapan telah dilakukan tetapi tidak ada yang diadili.

Sekitar 12.862 anggota geng dipenjara di El Salvador, menurut otoritas penjara.

Dalam tur di penjara keamanan maksimum Izalco dengan pejabat pemerintah, saksi mata Reuters melihat pekerja menyolder lembaran logam ke pintu sel tahanan.

“Mulai sekarang, semua sel geng di negara kita akan tetap tersegel. Mereka tidak lagi bisa melihat keluar sel, ”kata Bukele.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved