Fakta-fakta Tewasnya Vera (16), Si Pemandu Lagu yang Kuat Tenggak Miras, Minum Arak Tanpa Imbalan

Vera yang berprofesi sebagai pemandu lagu freelance adalah korban ketujuh dari beberapa TKP pesta miras dalam sepekan.

Ilustrasi/TRI BUN JATENG/FAJAR EKO NUGRO
Petugas merazia tempat hiburan malam 

TRI BUN-MEDAN.com - Sosok Maya Firdausi Hidayat alias Vera (18), gadis beliau yang bekerja sebagai pemandu lagi dikenal sebagai wanita yang kuat menenggak minuman keras (miras).

Vera, sapaan karibnya, meninggal usai sepekan ikut dalam pesta minuman keras ( miras).

Vera adalah pemandu lagu freelance sekaligus yang menjadi korban ketujuh dari beberapa TKP pesta miras.

Ia meninggal di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (22/4/2020) lalu.

Pesta miras itu total menelan sembilan korban meninggal. TribunJakarta.com mencoba membeberkan fakta-fakta di balik kematian Vera.

Simak selengkapnya:

1. Miras di warung

Vera menikmati miras bersama teman-temannya.

Dari pengakuan temannya, Slamet alias Galon, pesta miras berlangsung di pemakaman umum di Lamongan, ternyata di salah satu warung miras milik EP yang ada di seputaran Pasar Sidoharjo Jalan Papandayan.

Namun, ada yang menarik untuk diungkap, terkait kebersamaan Vera bersama Galon saat menikmati miras yang dijual EP di warungnya.

Vera yang berprofesi sebagai pemandu lagu freelance adalah korban ketujuh dari beberapa TKP pesta miras dalam sepekan.

2. Minum tanpa imbalan

Galon sudah memberikan pengakuan kepada penyidik saat pesta miras oplosan jenis arak dengan Vera di warung milik EP.

Galon mengenal korban Vera karena kerja sebagai pemandu lagu yang juga suka miras

Perkenalannya pun tidak sekadar saat di room karaoke saja tapi bisa diajak minum di luar.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved