TERNYATA Virus Corona dan Kelelawar, Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun
Bagi pertanian, kelelawar membantu penyerbukan, memakan serangga pembawa penyakit dan menyebarkan benih membantu regenerasi pohon di hutan tropis.
Kelelawar tidak harus dimusnahkan
Mempelajari bagaimana berbagai jenis virus corona berevolusi bisa menjadi kunci untuk mencegah wabah virus corona di masa yang akan datang.
Patrick Mavingui, ahli ekologi mikroba dan kepala Laboratorium PIMIT menambahkan pengembangan metode serologis yang menargetkan strain virus corona yang beredar di Samudera Hindia akan membantu menunjukkan bagian yang terpisah dalam populasi manusia.
"Dan membantu melihat bagaimana interaksinya dengan inang, ini akan memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang risiko munculnya wabah virus ini," jelas Mavingui.
Goodman mengatakan informasi dari penelitian ini penting untuk kesehatan masyarakat.
Terlepas dari kenyataan kelelawar membawa virus corona, dia menjelaskan tidak seharusnya satwa ini dimusnahkan atas nama kesehatan masyarakat.
Ada banyak bukti bahwa kelelawar memiliki fungsi penting dalam keseimbangan ekosistem.
"Kebaikan yang mereka (kelelawar) lakukan untuk kita melebihi potensi negatif apa pun (wabah virus corona)," jelas Goodman.(*)
Virus Corona dan Kelelawar, Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona dan Kelelawar, Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kelelawar-biang-kerok-covid-19.jpg)