TERNYATA Virus Corona dan Kelelawar, Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Bagi pertanian, kelelawar membantu penyerbukan, memakan serangga pembawa penyakit dan menyebarkan benih membantu regenerasi pohon di hutan tropis.

dw indonesia
Kelelawar 

Namun, ada banyak jenis virus corona yang berbeda, berpotensi pada banyak spesies kelelawar, dan kebanyakan dari mereka tidak diketahui dapat mentransmisi ke manusia, serta kemungkinan ancaman yang tidak diketahui.

Dalam makalah ini, virus corona yang dibawa oleh kelelawar yang dipelajari berbeda dari virus yang telah menyebabkan Covid-19.

Studi tersebut berfokus pada virus corona yang dibawa kelelawar secara umum, sehingga pengaruh virus dapat lebih dipahami, seperti yang terjadi saat ini.

Semua hewan memiliki virus yang hidup dalam tubuhnya, dan kelelawar, serta berbagai kelompok mamalia lain, kebetulan merupakan pembawa alami virus corona. 

Mungkin, virus corona ini tampak tidak berbahaya bagi kelelawar, tetapi ada potensi bahaya dari mamalia terbang ini bagi hewan lain, jika virus memiliki peluang untuk berpindah antar spesies.

Studi yang dilakukan tersebut meneliti hubungan genetik antara berbagai jenis virus corona dan hewan yang mereka tinggali, untuk lebih memahami tentang transfer virus dari hewan ke manusia.

Goodman, mengambil swab dan beberapa sampel darah dari seribu lebih kelelawar yang mewakili 36 spesies yang ditemukan di pulau-pulau di Samudera Hindia bagian barat, serta wilayah pesisir Afrika di Mozambik.

Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 8 persen dari kelelawar yang diteliti membawa virus corona.

"Ini adalah perkiraan yang kasar dari proporsi kelelawar yang terinfeksi. Namun ada peningkatan bukti variasi musiman dalam sirkulasi virus ini," kata Camille Lebarbenchon, Ahli Ekologi Penyakit di Université de La Réunion.

Virus corona yang ada pada kelelawar ini diteliti dengan analisis genetik. Dengan membandingkan virus corona yang diisolasi dan diurutkan dalam konteks penelitian ini dengan virus dari hewan lain. 

Termasuk lumba-lumba, alpacas, dan manusia, sehingga mereka mampu membangun pohon keluarga virus corona raksasa.

Silsilah keluarga ini menunjukkan bagaimana berbagai jenis virus corona saling berhubungan satu sama lain.

"Kami menemukan sebagian besar, masing-masing genera yang berbeda dari keluarga kelelawar yang memiliki sekuens virus corona, memiliki turunannya sendiri," kata Goodman.

Goodman menambahkan berdasarkan sejarah evolusi dari kelompok kelelawar yang berbeda, jelas bahwa ada koeksistensi yang mendalam antara kelelawar, yakni pada tingkat genus dan keluarga dan virus corona yang terkait.

Misalnya, kelelawar buah keluarga Pteropodidae dari berbagai benua dan pulau, membentuk kelompok di pohon keluarga mereka dan secara genetik berbeda dari jenis virus corona kelompok kelelawar lain yang ditemukan di zona geografis yang sama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved