Virus Corona
La Nguna Sedih Bayinya Meninggal PDP Corona, Dimakamkan Masih Pakai Popok dan Pakaian di Badan
Ia dibawa orangtuanya pada Rabu (8/4/2020) karena sesak napas bayi tiga bulan tersebut memiliki gejala Covid-19 dan mengalami penurunan kesadaran.
Karena keterbatasan APD, pasien terpaksa harus dipantau dari jarak tertentu.
Pihak rumah sakit juga telah menyampaikan kondisi pasien kepada pihak keluarga.
Namun pihak keluarga meminta tetap dirawat setelah melihat kondisi pasien yang belum stabil dan masih tergantung dengan oksigen.
Karyadi menegaskan tidak ada pembiaran atau penanganan yang tidak intensif yang dilakukan oleh tenaga medis.
“Hanya karena APD kita yang tidak memenuhi standar, sehingga penanganan lanjutan setelah pasien dinyatakan PDP corona petugas medis memilih menjaga jarak dan tak mengambil risiko."
"SOP-nya itu kalau menangani PDP corona harus punya APD yang memenuhi standar sesuai petunjuk Kemenkes,” ucap Karyadi. (Defriatno Neke/Kompas.com)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul : Cerita Duka Orangtua Bayi PDP yang Meninggal: Sedih Anaknya Dimakamkan Masih Pakai Pakaian dan Popok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/la-nguna-dan-hardiah-warga-desa-matara.jpg)