News Video

Edy Rahmayadi Minta Masyarakat Sumut Jangan Bandel. Edy: Rakyatku Hindari Mudik, Jangan Mudik Dulu

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa warga Sumatera Utara jangan mudik dulu selama pandemi Covid-19.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: M.Andimaz Kahfi

Edy Rahmayadi Minta Masyarakat Sumut Jangan Bandel. Edy: Rakyatku Hindari Mudik, Jangan Mudik Dulu

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa warga Sumatera Utara jangan mudik dulu selama pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikannya usai acara TFG (Tactical Floor Game) "Ops Aman Nusa Toba 2020 Penanganan Covid-19" yang digelar di Lapangan Mini GOR Pemprovsu Jalan William Iskandar pada Rabu (22/4/2020).

"Tidak ada mudik, ini sudah jadi keputusan saya selaku Gubernur Sumatera Utara," kata Edy saat berada di Lapangan Mini GOR Pemprovsu Jalan William Iskandar.

"Rakyatku hindari mudik, jangan mudik dulu," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan kepada warga warga Sumut tetap di rumah sesuai imbauan pemerintah.

"Selamatkan diri anda, selamatkan keluarga anda, selamatkan tetangga-tetangga semua, kita berdiam diri, stay at home," pintanya.

Apabila warga terpaksa harus keluar rumah, Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan agar warga menggunakan masker.

"Berhenti dulu di rumah, tapi kalau terpaksa harus keluar, gunakan masker, hindari keramaian," imbaunya.

Faktanya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa warga Sumut masih sulit sekali mengindahkan imbauan pemerintah.

"Ini rakyat kita yang masih sulit sekali diimbau," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan jumlah TKI yang berasal dari Sumut.

"Penduduk Sumatera Utara ada 800 ribu, khusus Sumatera Utara. Untuk se-Indonedia itu ada 8 juta. Tidak Sumut yang pintu masuk, tetapi karena dilockdown oleh Malaysia, yang paling mudah baik legal maupun illegal, itu adalah masuk ke Sumatera Utara," ujarnya.

"Besar, yang ada di Malaysia, bukan hanya Sumatera Utara, se Indonesia, saat ini di Sumatera Utara ada 127 orang, dia berlabuh di Teluk Nibung, Tanjung Balai. Dan ini akan terus bertambah, terus," lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa pemulangan TKI tersebut oleh adanya lockdown di Malaysia. Edy akan mengambil sikap baik atas kehadiran TKI tersebut.

"Nah ini yang harus kita sikapin. Ini adalah dampak Covid-19 yang melakukan lockdown Malaysia. Nah kita Terima ini kan rakyat kita, tidak mungkin kan kita tidak terima," sambungnya.

Terkait kebutuhan ekonomi para TKI yang bakal datang dari Malaysia, Gubernur Sumatera Utara akan sambut dengan adanya penyediaan kebutuhan ekonomi.

"Iya, pasti, rakyat kita, pasti kita yang berikan makan, enggak mungkin orang lain yang beri makan. Inilah yang harus kita sikapi bersama, pengertian kalian semua," terangnya.

Lebih detail lagi, Gubsu menguraikan terkait anggaran dana yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19.

Anggaran pertama sebesar 500 M, lalu tahap kedua dan ada juga tahap ketiga.

"Kita anggarkan, tahap pertama sampai bulan Juni akhir itu adalah 500 M. Kalau ini tak terselesaikan, 500 M tahap kedua dari mulai bulan Juli sampai bulan Oktober," urainya.

"Tidak selesai juga, ada tahap ketiga itulah refocusing dan realokasi dana yang disampaikan oleh Pemprov," sambungnya.

Dia juga menuturkan bahwa pemerintah harus siap sedia menerima rakyat.

"Harus standby untuk rakyat kita," pungkasnya.

(cr3/medan-tribun.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved