Komandan Brigif 7/Rimba Raya Minta Maaf Anggotanya Aniaya Warga Desa Merek, Sejumlah Orang Terluka

Sejumlah warga di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanahkaro luka-luka akibat berseteru dengan aparat TNI

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Proses mediasi pasca terjadinya perselisihan antara anggota TNI dan pemuda, di Aula Kantor Camat Merek, Selasa (21/4/2020). 

Dirinya mengatakan, untuk anggotanya juga sudah dikondisikan dan menjamin tidak ada aksi-aksi lanjutan.

Sosok Menderita Walia, Sniper KKB Buat Repot TNI-Polri Ditembak Mati, Kapolda: Senjatanya Dirawat

"Kami juga secara institusi menganggap ini sudah selesai, tinggal kami nanti proses hukum bagi anggota kami yang melanggar," pungkasnya.

Guna mengetahui pasti insiden ini, Tribun Medan sempat menanyai sejumlah warga.

Namun, mereka tampak takut-takut karena sebelumnya anggota TNI menggeruduk kampung mereka.

"Ini karena salah paham saja," kata seorang pria berjaket enggan menyebutkan namanya.

Sumber bilang, malam itu seorang pemuda yang tengah mengendarai motor di SPBU Desa Merek berkali-kali menaikkan gas sepeda motornya.

Foto-foto Kapten TNI Sandhyca Putrie, Ajudan Cantik yang Selalu Mengawal Ibu Negara, Iriana Jokowi

Karena dianggap mengganggu, petugas SPBU memperingati pemuda tersebut.

Namun, pemuda itu tetap menaikkan gas motornya hingga datanglah anggota TNI yang kebetulan ada di lokasi.

Saat diingatkan anggota TNI itu, pemuda tersebut tidak terima hingga terjadi cekcok.

"Setelah ribut itu, datang beberapa warga ke SPBU," kata sumber.

Ditanya apakah oknum TNI itu sempat mengeluarkan senjata api, sumber melirik ke kanan dan ke kiri.

Ia kemudian geleng kepala. Selanjutnya, sumber mengatakan bahwa kasus ini sempat dibawa ke pos polisi simpang Merek.

Kompolnas Minta Hukuman Tegas Bentrokan Anggota TNI-Polri di Papua yang Mengakibatkan 3 Polisi Tewas

"Itu saja yang saya tahu," kata sumber ketakutan.

Dari cerita sumber lainnya, pasca- ribut di SPBU, datanglah segerombolan petugas TNI ke Desa Merek.

Saat itulah terjadi penganiayaan. Menurut Camat Merek, Juspri M Nadeak, ia sudah tidak ingin mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved