Breaking News

News Video

Detik-detik Syekh Ali Jaber Menangis tak Bisa Salat di Masjid dan Mudik saat Ramadan

Ulama ternama Syekh Ali Jaber menangis karena wabah Covid-19 yang membuat umat Islam beribadah di rumah dan tidak bisa mudik

TRI BUN-MEDAN.COM - Ulama ternama Syekh Ali Jaber menangis karena wabah Covid-19 yang membuat umat Islam beribadah di rumah dan tidak bisa mudik.

Termasuk dirinya yang tak bisa ke Arab Saudi saat bulan suci Ramadan.

Sambil terisak, dia mengungkapkan curahan hatinya terhadap orang yang masih keras kepala, tidak menaati aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

”Saya merasa sedih karena tidak bisa salat tarawih, saya menangis karena tidak bisa mudik. Saya merasa terluka hati saya karena tidak bisa Jumatan,” ujar Syekh Ali di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2020).

Sambil menyeka air mata, ulama kelahiran Madinah, 44 tahun lalu itu meminta umat Islam tetap patuh beribadah dari rumah.

Video Syekh Ali Jaber menangis:

Dia percaya virus Corona bisa dihadapi asal masyarakat mau berikhtiar.

Dia juga menilai pembatasan beribadah ini merupakan ujian dari Allah SWT dan tetap harus dijalani seluruh umat muslim selama masa pandemi corona.

”Ini ujian-ujian yang wajib kita turuti, wajib kita imani, wajib kita percaya takdir Allah. Dan kita lawan takdir dengan takdir, jangan kita keras kepala,” ucap Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber mengatakan, beribadah di rumah tak akan memengaruhi kesempurnaan dari ibadah itu sendiri.

”Kita terus bermunajat kepada Allah Subhanahu Wata'ala memang kita tidak bisa bermunajat di Masjid tapi barangkali Munajat kita yang tulus dan ikhlas di rumah masing-masing pasti akan Allah ijabah dan akan Allah mengangkat bala,”ujar Syekh Ali Jaber.

Tak hanya menjelaskan kesempurnaan ibadah di rumah di tengah situasi pandemi Covid-19, Syekh Ali turut menyebutkan makna positif di balik situasi ini.

Selain menjadi sarana introspeksi diri, imbauan diam di rumah, kata Syekh Ali, dapat dipandang sebagai saran untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga yang kerap renggang akibat aktivitas masing-masing.

”Jemaah sekalian jangan kita panik dan takut, diam di rumah ini solusi yang tepat untuk kondisi sekarang," ujarnya.

"Beraktivitas di rumah apa lagi bulan suci Ramadhan sungguh nikmat kita bisa menjadikan nikmat bagi kita beribadah di rumah lebih dekat dengan keluarga, mungkin selama ini banyak orang yang beraktivitas di luar rumah, bahkan sempat buka puasa bersama atau sahur bersama keluarganya,” ucap Syekh Ali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved