Seperti Kota Mayat, Jenazah Dibiarkan di Jalan, Presiden Ekuador Menyerah Gagal Atasi Covid-19
Petugas medis di rumah sakit kewalahan, semakin banyak warga terpapar virus corona (covid-19).
Di Wuhan, China, angka resmi tengah direvisi dan hasilnya bisa jadi mengejutkan. Di Spanyol, negara Eropa paling terdampak, ada perbedaan dari cara data dikumpulkan dan dibuka di level lokal dan nasional.
"Kesehatan masyarakat di Ekuador selalu bermasalah. Ini merupakan salah satu titik lemah di hampir semua periode pemerintahan," kata Dr Carlos Mawyin kepada BBC.
Ia menduga krisis Covid-19 merupakan badai yang sempurna di Ekuador.
"Dengan sistem kesehatan yang lemah dan jumlah pasien yang tinggi, ICU dengan cepat menjadi lumpuh," katanya.
Ekuador telah memperpanjang jam malam dan berjanji akan mengetes makin banyak pasien.
Tapi bagi warga di Guayaquil yang pernah melihat orang terkasih meninggal dunia, janji itu sudah terlambat.
• Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, 2 Dokter Sudah Diperbolehkan Pulang dari RSUP Dr Sardjito
(*)
• Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, 2 Dokter Sudah Diperbolehkan Pulang dari RSUP Dr Sardjito
• BEREDAR FOTO 2 Dokter di Wuhan Terjangkit Covid-19, Kulit Berubah Hitam, Asal Virus dari Pasien
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Virus corona di Ekuador: Negara yang melaporkan 5.000 kematian dalam semalam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seperti-kota-mayat-jenazah-dibiarkan-di-jalan-presiden-ekuador-menyerah-gagal-atasi-covid-19.jpg)