Seperti Kota Mayat, Jenazah Dibiarkan di Jalan, Presiden Ekuador Menyerah Gagal Atasi Covid-19

Petugas medis di rumah sakit kewalahan, semakin banyak warga terpapar virus corona (covid-19).

Editor: Salomo Tarigan
Getty Images/BBC.com via tri bun papua
Seperti Kota Mayat, Jenazah Dibiarkan di Jalan, Presiden Ekuador Menyerah Gagal Atasi Covid-19 

TRI BUN-MEDAN.com - Petugas medis di rumah sakit kewalahan, semakin banyak warga terpapar virus corona (covid-19).

Seperti Kota Mayat, Jenazah Dibiarkan di Jalan, Presiden Ekuador Menyerah Gagal Atasi Covid-19

Situasi Negara Ekuador mencekam di tengah pandemi Virus Corona.

Dalam semalam dilaporkan ada 5000 warga yang meninggal dunia.

Hal ini dibeberkan oleh Katty Mejía, seorang pekerja di rumah duka di Guayaquil, ibu kota negara bagian dan kota terbesar di Ekuador.

"Kami sudah melihat orang meninggal di mobil, di ambulans, di rumahnya, di jalanan," kata Katty Mejía.

BEREDAR FOTO 2 Dokter di Wuhan Terjangkit Covid-19, Kulit Berubah Hitam, Asal Virus dari Pasien

Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.

Dalam masa pandemi di kota dengan populasi 2,5 juta penduduk itu, rumah duka kewalahan.

KUMPULAN UCAPAN Selamat Hari Kartini Hari ini 21 April 2020, Bisa Dibagikan di Facebook, Instagram

Sebagian harus tutup sementara karena pekerjanya ketakutan terjangkit Virus.

Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador.

Ketika angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang mencul sungguh mencengangkan.

Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama di bulan April.

Dan menjadikan Guayas area paling terdampak bukan hanya di negara tersebut tapi di seluruh Amerika Latin.

Dan kematian tersebut tidak hanya terkait Covid-19, tapi juga layanan kesehatan setempat lumpuh karena pandemi dan banyak pasien dengan kondisi kesehatan lainnya tidak dapat mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya.

KUMPULAN UCAPAN Selamat Hari Kartini Hari ini 21 April 2020, Bisa Dibagikan di Facebook, Instagram

KUMPULAN UCAPAN Selamat Hari Kartini Hari ini 21 April 2020, Bisa Dibagikan di Facebook, Instagram

 

Jenazah Korban Covid-19 Menumpuk di Jalan, Penduduk Ekuador Minta Bantuan ke Pihak Berwenang
Jenazah Korban Covid-19 Menumpuk di Jalan, Penduduk Ekuador Minta Bantuan ke Pihak Berwenang (Youtube)

Kerabat yang putus asa membiarkan mayat tergeletak di depan rumah,

Sementara sebagian lain membiarkannya di tempat tidur hingga berhari-hari.

Kota Mayat

Kota Guayaquil juga mulai kehabisan ruang untuk menguburkan mayat,

memaksa sebagian orang untuk membawa jenazah kerabat ke kota tetangga untuk dimakamkan di sana.

Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, 2 Dokter Sudah Diperbolehkan Pulang dari RSUP Dr Sardjito

Kebutuhan untuk menguburkan jenazah sangat tinggi hingga sebagian warga menggunakan kotak karton sebagai peti mayat.

KUMPULAN UCAPAN Selamat Hari Kartini Hari ini 21 April 2020, Bisa Dibagikan di Facebook, Instagram

Narapidana juga membuat peti mati dari kayu.

Angka kematian di Guayas melonjak hingga lima kali lipat dalam 15 hari.
Angka kematian di Guayas melonjak hingga lima kali lipat dalam 15 hari. (Reuters)

Negara Gagal

President Ekuador Lenín Moreno mengakui negara telah gagal mengatasi krisis kesehatan.

Hingga 16 April, pemerintah yakin hanya 400 orang meninggal dunia karena Virus corona.

Ketua RT Potong Dana Bansos terkait Covid-19, Ngaku Pusing, Wali Kota Investigasi

Tapi setelah Satuan Tugas Gabungan Virus Corona mengumpulkan semua data, gambaran besarnya berubah.

"Dengan angka yang kita dapat dari Kementerian Dalam Negeri, tempat pemakaman umum, kantor pencatatan sipil

dan tim kami, kami sudah menghitung setidaknya 6.703 kematian di Guayas di 15 hari pertama pada April," kata Jorge Wated, kepala Satgas pemerintah.

"Rata-rata mingguan di sini mencapai 2.000. Jadi, kami sudah merekam 5.700 kematian dari biasanya."

Jenazah diletakkan di pinggir jalan
Jenazah diletakkan di pinggir jalan (Reuters)

KUMPULAN UCAPAN Selamat Hari Kartini Hari ini 21 April 2020, Bisa Dibagikan di Facebook, Instagram

SIARAN LANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah, Materi di TVRI Hari Ini, Berlangsung Live

Tidak semua kematian di Guayas terkait langsung dengan Covid-19 - sebagian orang meninggal karena gagal jantung, masalah ginjal, atau masalah kesehatan lain yang memperburuk kondisi karena tidak segera ditangani.

Dampak Sekunder

Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador.
Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador. (Getty Images/BBC.com)

Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan di penjuru kawasan - akankah pandemi menimbulkan dampak sekunder yang sama di negara-negara Amerika Latin lainnya atau di kawasan lain di dunia dengan sistem kesehatan yang lemah?

Di Wuhan, China, angka resmi tengah direvisi dan hasilnya bisa jadi mengejutkan. Di Spanyol, negara Eropa paling terdampak, ada perbedaan dari cara data dikumpulkan dan dibuka di level lokal dan nasional.

"Kesehatan masyarakat di Ekuador selalu bermasalah. Ini merupakan salah satu titik lemah di hampir semua periode pemerintahan," kata Dr Carlos Mawyin kepada BBC.

Ia menduga krisis Covid-19 merupakan badai yang sempurna di Ekuador.

"Dengan sistem kesehatan yang lemah dan jumlah pasien yang tinggi, ICU dengan cepat menjadi lumpuh," katanya.

Ekuador telah memperpanjang jam malam dan berjanji akan mengetes makin banyak pasien.

Tapi bagi warga di Guayaquil yang pernah melihat orang terkasih meninggal dunia, janji itu sudah terlambat.

Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, 2 Dokter Sudah Diperbolehkan Pulang dari RSUP Dr Sardjito

 (*)

Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, 2 Dokter Sudah Diperbolehkan Pulang dari RSUP Dr Sardjito

BEREDAR FOTO 2 Dokter di Wuhan Terjangkit Covid-19, Kulit Berubah Hitam, Asal Virus dari Pasien

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Virus corona di Ekuador: Negara yang melaporkan 5.000 kematian dalam semalam

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved