Virus Corona

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Labil, Hasilnya Kadang Positif & Negatif, Terpaksa Koordinasi ke WHO

Pasalnya, saat dilakukan tes kondisi pasien labil. Terkadang positif terkadang pula negatif.

VOA Indonesia
Para petugas memakamkan jenazah wartawan Abdollah Zavieh, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), di pemakaman Behesht Zahra di Teheran, Iran, 24 Maret 2020. 

TRI BUN-MEDAN.com - Temuan gugus tugas terhadap seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirasa sangat aneh.

Pasalnya, saat dilakukan tes kondisi pasien labil. Terkadang positif terkadang pula negatif.

Ini ditemukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng tengah berkoordinasi dengan WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia perwakilan Indonesia di Jakarta.

Sebab, seorang warga dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng, hasil tes PCR-nya selalu berubah-ubah.

Sambut Bulan Suci Ramadan, Perajin Rumahan di Kabupaten Asahan Mulai Produksi Pangir

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, tes telah dilakukan sekitar 10 kali.

Namun, hasilnya terus berubah yakni dari positif ke negatif, lalu positif lagi.

Intinya, hasil tes negatif tak pernah beruntun sebanyak dua kali sehingga pasien tersebut belum bisa dinyatakan sembuh.

Hasil tes terakhir pada Sabtu (19/4/2020) lalu kembali menunjukan hasil positif.

"Dan ini memang cukup membingungkan karena ada satu pasien yang menghadapi hasil swab berubah-ubah.

Dari positif beberapa kali jadi negatif, habis itu positif lagi.

Tim Penggerak PKK Kota Medan Salurkan Bantuan untuk Bilal Mayit Medan Belawan

Beberapa kali jadi negatif, dan sekarang kita berharap negatif ternyata positif," kata Suyasa, saat memberikan keterangan pers, Minggu (19/4/2020).

Untuk itu, pihaknya melalui Kepala Dinas Kesehatan Buleleng telah melaporkannya ke WHO yang ada di Jakarta.

Hal tersebut untuk dianalisa dan diketahui penyebabnya.

"Ini sedang dikaji dan sudah dilaporkan kepada WHO lewat kontak telepon dari Jakarta dengan Kadiskes langsung," kata dia.

24 Jam Kasus Covid Singapura Bertambah 1.426 Kasus, di Turki Sehari Tambah 3.977 Kasus

Nantinya diharapkan terhadap pasien tersebut ada penanganan secara khusus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved