Imbas Corona, Keluarga Ini Terpaksa Menahan Lapar, 2 Hari Tak Makan Karena Tak Punya Penghasilan

Mereka pernah mengajukan permintaan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun ditolak karena sejumlah alasan.

Kompas TV
Yuli menangis tersedu-sedu saat membagikan cerita keluarganya yang kelaparan karena terdampak pandemi Virus Corona. 

Yuli mengaku mendapat gaji Rp 25.000 tiap harinya, namun ia tidak akan mendapat bayaran bila tidak masuk meskipun dengan alasan sakit.

"Jadi per hari dibayarnya. Kalau misalkan masuk Rp 25 ribu, kalau sakit enggak dikasih."

"Kemarin aja mertua meninggal aja kan lama nggak masuk, dipotong," imbuhnya.

Yuli tak kuasa menahan tangisnya, ia kembali tersedu-sedu sambil memeluk anak yang digendongnya.

Diketahui, dalam menangani pandemi Virus Corona yang tengah mewabah, pemerintah menetapkan pembatasan sosial untuk mengurangi aktivitas warga.

Menurunnya aktivitas menyebabkan menurun pulalah konsumsi masyarakat, sehingga sejumlah sektor usaha terpaksa merumahkan atau memberhentikan karyawannya.

Hal ini menyebabkan banyak karyawan kehilangan pekerjaannya, belum lagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari upah harian.

Akibatnya, mereka tidak bisa mendapat penghasilan, padahal kebutuhan sehari-hari terus menghimpit untuk dipenuhi agar masyarakat dapat menyambung hidupnya.

Masih Pandemi Corona, Pemkab Dairi Gelar Musrenbang Secara Online

Dua PDP Covid-19 Meninggal Dikubur di TPU Simalingkar, Pasien Asal Rantauprapat Diambil Swab

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Pandemi Virus Corona yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia juga menyebabkan roda perekonomian masyarakat terhambat.

Salah satunya dialami Rani Nurlaili, pedagang bakso di Bekasi, Jawa Barat yang merasa kesusahan akibat pandemi yang berlangsung.

Ia mengaku omzet penjualannya menurun, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Seperti yang diceritakannya dalam tayangan Apa Kabar Indonesia, yang diunggah akun YouTube Talk Show tvOne, Jumat (17/4/2020).

Sambil menangis, Rani mengisahkan bahwa penjualan baksonya menurun hingga setengah dari biasanya. "Dagangan sehari-hari menurun sampai 50 persen," kata Rani.

Ia berharap agar pandemi ini bisa segera selesai sehingga bakso dagangannya dapat laku seperti semula. "Jadi kita semuanya berharap biar virusnya teratasi," ujar Rani.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved