Jenderal TNI Kopassus Berdarah Batak Ini Ternyata Anak Sopir Bus, Haru Dengar Perjuangan Suksesnya
Mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus, Luhut Binsar Pandjaitan bernostagia perihal masa kecilnya yang dibesarkan dari orangtua sopir
Atas dasar pertimbangan itulah, Luhut mengatakan memutuskan operasional KRL Commuter Line Jabodetabek tetap berjalan seperti biasa.
Meski begitu, ada pembatasan waktu dan pengendalian penumpang KRL, setidaknya sampai Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah sudah diterima masyarakat.
Luhut berjanji akan terus melakukan evaluasi kebijakan tersebut. Ia berharap masyarakat Indonesia untuk tetap saling menjaga di tengah situasi pandemi Covid-19.
Di akhir tulisannya, Luhut berpesan agar keputusan yang diambil tidak perlu dibenturkan antara satu kebijakan dengan kebijakan lainnya.
"Kita semua bekerja semaksimal mungkin agar pandemi Covid-19 bisa kita atasi bersama-sama," tandasnya.
Sebelumnya, permintaan sejumlah kepala daerah agar operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dihentikan sementara tak dikabulkan oleh pemerintah pusat.
Luhut Binsar Pandjaitan sudah memutuskan tidak menghentikan operasional KRL di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek.
Soal alasannya, pemerintah sudah menjelaskan karena masih banyak para pekerja di Jabodetabek yang membutuhkan transportasi KRL untuk pergi ke tempat kerja.
Keputusan itu menuai pro dan kontra publik. Namun lewat tulisan dalam akun Facebook pribadinya, Minggu (19/4/2020), Luhut menjelaskan latar belakang keputusan itu.
Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Luhut: Saya Adalah Anak Sopir AKAP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/luhut-binsar-panjaitan_20170522_122636.jpg)