Wanita Ini Melawan Buaya, Tangan Kosong Keluarkan Anaknya dari Rahang, Pakai Jurus Colok Jari
erempuan 30 tahun itu pun mencolokkan jari-jarinya ke lubang hidung buaya sekera-kerasnya dan tidak melepas sampai buaya mengendurkan jepitan rahang.
"Sampai sekarang pun saya belum percaya bisa menyelamatkan anak saya ini," kata Maurina sambil menggendong sang anak.
Dr Misheck Chibwe yang menangani Gideon menyebut bocah itu cepat sekali pulih kesehatannya.
Insiden itu hanya satu dari sekian banyak insiden serangan buaya terhadap orang yang sedang memancing atau menyeberangi Sungai Runde yang memang penuh buaya itu.
• Pembawa Acara Extinct or Alive on Animal Planet Akan Tangkap Buaya Berkalung Ban di Palu
Menurut laporan National Geographic, Sungai Runde banyak dihuni buaya Nil yang memang dikenal sebagai pemangsa manusia.
Sebenarnya makanan utama buaya Nil adalah ikan. Namun satwa ini hampit tidak pernah melewatkan mangsa seperti zebra, anakan Kuda Nil dan buaya lain yang kebetulan lewat di depannya.
Tercatat, dalam setahun terdapat 200 orang tewas dimakan buaya Nil ini.
Satwa buas ini rata-rata bisa tumbuh hingga 5 meter bahkan lebih, dengan bobot hingga 700 kg.
• Kisah Dramatis Yanto Selamat Dari Gigitan Buaya, Diterkam saat Menjala Udang, Dapat 40 Jahitan
Buaya ini punya kemampuan makan yang luar biasa porsinya, hingga 50 persen dari beratnya.
Tahun lalu diberitakan, seorang siswi berusia 11 tahun dengan gagah berani melompat ke punggung buaya yang mencaplok temannya.
Remaja itu dengan nekat mencolok kedua mata buaya sehingga akhirnya cengkeramnya melemah dan ia bisa membebaskan rekannya.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Tribun Jatim dengan judul : Tangan Kosong, Seorang Ibu Bertarung Melawan Buaya untuk Bebaskan Putranya, Pakai Jurus Colok Jari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ibu-colok-hidung-buaya-nil-selamatkan-anak.jpg)