Setelah Sukses Atasi Virus Corona, Hong Kong Berangus dan Tangkapi 14 Pemimpin Aksi Prodemokrasi

Konglomerat media Hong Kong, Jimmy Lai Chee-ying termasuk di antara 14 tokoh dan pendukung dari prodemokrat yang ditangkap aparat Hong Kong.

Editor: Tariden Turnip
scmp
Setelah Sukses Atasi Virus Corona, Hong Kong Berangus dan Tangkapi 14 Pemimpin Aksi Prodemokrasi. Jimmy Lai dikelilingi jurnalis di Kantor Polisi Kowloon City Hong Kong. 

Mereka akan dibawa ke Pengadilan Magistrates Timur pada 18 Mei.

"Operasi polisi masih berlangsung, dan kami tidak mengesampingkan lebih banyak penangkapan," kata Lam, tanpa mengomentari mengapa kelompok itu dipilih.

Di Parlemen Hong Kong, anggota parlemen oposisi menuduh polisi bertindak sebagai respons atas kritik terhadap Kantor Penghubung China di Hong Kong.

Ketua Partai Demokrat Wu Chi-wai mengatakan penangkapan itu untuk membungkam perbedaan pendapat, tetapi ia bersumpah prodemokrat akan melawan dan menyerang balik.

“Waktunya terlalu kebetulan. Dalam sepekan terakhir, kantor penghubung, Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, pejabat dan veteran politik telah mengkritik kami dan memperingatkan kami tentang masalah keamanan nasional, ” katanya.

Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga masih melakukan demo di akhir pekan kemarin.
Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga masih melakukan demo di akhir pekan kemarin. (AP via Apple Daily)

Anggota Parlemen Claudia Mo Man-ching menuduh pemerintah dan polisi "bermain dengan naskah yang ditulis oleh Beijing".

Kubu pro Beijing bersikeras tindakan polisi itu bukan bermotif politik.

Anggota Parlemen Regina Ip Lau Suk-yee, mengatakan setiap penduduk sama di hadapan hukum.

"Apakah Anda seorang selebriti, bos media, anggota parlemen atau mantan anggota parlemen, tidak ada hak istimewa atau kekebalan."

Anggota parlemen Pro-Beijing Leung Che-cheung mengatakan polisi hanya melakukan tugasnya di bawah hukum, menambahkan: "Ada sistem dan hukum di Hong Kong."

Pada Februari, Lai, Lee Cheuk-yan dan Yeung Sum didakwa mengambil bagian dalam unjukrasa tidak sah pada 31 Agustus, rangkaian demostrasi berbulan-bulan yang dipicu oleh RUU ekstradisi yang sekarang sudah ditarik.

Lai juga menghadapi tuduhan lain untuk mengintimidasi seorang reporter dari surat kabar Oriental Daily saingan medianya, Apple Daily, pada tahun 2017.

Polisi Hong Kong melarang ketiga aksi yang diselenggarakan oleh Front Hak Asasi Manusia Sipil pada 18 Agustus, 1 Oktober dan 20 Oktober, meskipun pertemuan di Victoria Park disetujui pada 18 Agustus.

Front, penyelenggara utama dalam acara-acara untuk gerakan itu, telah menuntut untuk penyelidikan independen atas tindakan polisi, dan menyerukan reformasi pemilu.

1 Oktober 2019, HUT RRC, Albert Ho, Lee Cheuk-yan, Leung Kwok-hung, Yeung Sum dan Figo Chan memimpin aksi kapasitas pribadi mereka dari Teluk Causeway ke Central.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved