Setelah Sukses Atasi Virus Corona, Hong Kong Berangus dan Tangkapi 14 Pemimpin Aksi Prodemokrasi

Konglomerat media Hong Kong, Jimmy Lai Chee-ying termasuk di antara 14 tokoh dan pendukung dari prodemokrat yang ditangkap aparat Hong Kong.

Editor: Tariden Turnip
scmp
Setelah Sukses Atasi Virus Corona, Hong Kong Berangus dan Tangkapi 14 Pemimpin Aksi Prodemokrasi. Jimmy Lai dikelilingi jurnalis di Kantor Polisi Kowloon City Hong Kong. 

Setelah sukses mengendalikan virus Corona (Covid-19), kini pemerintah Hong Kong memberangus dan menangkapi pemimpin prodemokrasi yang memimpin aksi demo besar-besaran tahun lalu.

Konglomerat media Hong Kong, Jimmy Lai Chee-ying termasuk di antara 14 tokoh dan pendukung prodemokrat yang ditangkap aparat Hong Kong, Jumat (17/4/2020) hingga Sabtu (18/4/2020).

Petugas mendatangani rumah pendiri Apple Daily, Jimmy Lai Chee-ying, Jumat (17/4/2020), tetapi saat itu dia tidak ada di tempat.

Saat Jimmy Lai Chee-ying kembali, langsung ditangkap pada pukul 2.50 siang.

Dikutip dari South China Morning Post, Jimmy Lai Chee-ying dituduh mengorganisir dan berpartisipasi dalam demonstrasi yang melanggar hukum pada 18 Agustus dan 1 Oktober dari Causeway Bay ke Chater Road di Central.

Polisi juga masuk dan menggeledah rumah Jimmy Lai Chee-ying.

Tokoh lain yang ditangkap termasuk mantan anggota parlemen Martin Lee Chu-ming, Albert Ho Chun-yan, Lee Cheuk-yan, "Long Hair" Leung Kwok-hung dan Au Nok-hin.

Juga diadakan adalah mantan anggota parlemen Yeung Sum, Sin Chung-kai, Cyd Ho Sau-lan, dan aktivis Raphael Wong Ho-ming, Figo-Chan Ho-wun dan Avery Ng Man-yuen.

Jimmy Lai, Lee Cheuk-yan dan Yeung Sum dalam unjuk rasa anti pemerintah Hong Kong
Jimmy Lai, Lee Cheuk-yan dan Yeung Sum dalam unjuk rasa anti pemerintah Hong Kong (scmp)

Mereka ditahan karena mengorganisasi dan bergabung dalam demonstrasi 18 Agustus, 1 Oktober atau 20 Oktober tahun lalu.

Para tersangka dibawa ke beberapa kantor polisi.

Martin Lee dibawa ke Kantor Polisi Pusat di Sheung Wan, sementara Leung Kwok-hung dibawa ke Kantor Polisi Ngau Tau Kok.

Polisi juga mendatangi  rumah mantan anggota Parlemen Margaret Ng Ngoi-yee.

Margaret Ng Ngoi-yee kemudian melaporkan ke Kantor Polisi Pusat dan ditangkap di sana.

Margaret Ng Ngoi-yee terlibat dalam rapat umum 18 Agustus.

Inspektur Lam Wing-ho dari Reskrim Kepolisian Hong Kong mengatakan lima di antara 14 terlibat secara terpisah dalam unjukrasa ilegal pada 30 September dan 19 Oktober.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved