Salink Redam Covid-19, Gerakan Pemuda Medan Tumbuhkan Jiwa Gotong-royong Masyarakat
Gerakan ini hadir dilatarbelakangi dengan situasi yang mengarah pada dampak sosial ekonomi.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi memunculkan gerakan pemuda yang peduli dengan dampak yang ditimbulkan dari wabah ini.
Diantaranya ada gerakan Satuan Lingkungan Respons Dampak Covid-19 (Salink Redam Covid-19).
Gerakan yang sudah digagas pada Maret lalu ini didirikan oleh Syahlan Jukhri Nasution.
Ia menuturkan bahwa gerakan ini hadir dilatarbelakangi dengan situasi yang mengarah pada dampak sosial ekonomi.
"Adanya penerapan physical distancing, karantina atau social distancing akibatnya banyak orang yang dirumahkan pada wilayah kerja yang massal seperti mal, hotel ataupun pabrik. Akibat dirumahkan ini kan tidak semua owner atau perusahaan yang menanggung beban para pekerja atau karyawan yang dirumahkan secara finansial," ungkap Syahlan, Sabtu (18/4/2020).
Syahlan menjelaskan bahwa konsep dari Salink Redam Covid-19 ini ditujukan untuk menciptakan kepedulian dan rasa bergotong royong antarlingkungan sekitar.
"Gerakan salink redam ini bertujuan untuk menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan di tengah masyarakat. Kita juga bekerjasama dengan kepling. Melalui ini kita disinergikan untuk menggerakkan potensi gotong royong," jelasnya.
Syahlan menuturkan bahwa gerakan ini bersinergi dengan kepling untuk membantu masyarakat yang tidak terdata oleh kepling.
"Gunanya kepling ini agar para duafa baru yang tidak terdata di kepling bisa kita back up. Jadi kita melengkapi data dari kepling untuk mengetahui mana yang sudah terdata mendapat bantuan, mana juga yang belum," kata Syahlan.
Gerakan ini dilaksanakan dengan sistem door to door dan bukan menciptakan kerumunan.
Syahlan mengatakan, untuk gerakan ini dilakukan oleh para pemuda lingkungan sekitar yang sedang libur kuliah ataupun sekolah.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sistem pengerjaannya, Gerakan ini akan melakukan pendataan dan melakukan kegiatan pengumpulan satu mug per rumah.
"Setelah di data relawan ini akan mengumpulkan door to door seperti mengumpulkan satu mug satu warga. Kemarin kita buat, tidak hanya masyarakat mampu yang menyumbang, tapi dengan gerakan itu timbul empati kepedulian dari masyarakat dari semua golongan ikut berpartisipasi," ujarnya.
• Ketahuan Makan di Restoran Bandara saat PSBB, Wanita Ini Mengamuk Kena Denda Rp 3 Juta
Luthfi selaku ketua Forum Komunikasi Pemuda Muslim sangat mengapresiasi gerakan Salink Redam Corona yang dilakukan di lingkungan ini.
"Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dimana tujuannya adalah membangkitkan serta menanamkan kepada masyarakat rasa bergotong royong dan kepedulian antarsesama," ujar Luthfi yang turut menjadi bagian dari gerakan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/salink-redam-covid-19.jpg)