Memo Telepon Rahasia Pejabat China Bocor ke Publik, Semestinya Ribuan Nyawa Bisa Diselamatkan
Selama enam hari pada pertengahan Januari, China tahu Virus Corona baru bisa menjadi pandemi yang mematikan.
Sebuah memo panggilan telepon rahasia dengan Ma Xiaowei, kepala Komisi Kesehatan Nasional, dan pejabat kesehatan provinsi pada 14 Januari, yang diperoleh oleh AP, mengatakan soal kemungkinan penularan ke manusia.
TRI BUN-MEDAN.com - Memo telepon pejabat China terkait Virus Corona atau Covid-19 bocor ke publik.
Isi telepon tersebut bisa saja menyelamatkan nyawa ribuan orang jika diumumkan lebih awal.
Selama enam hari pada pertengahan Januari, China tahu Virus Corona baru bisa menjadi pandemi yang mematikan.
Dilansir dari Business Insider, Rabu (15/4) namun menurut laporan Assiociated Press yang diterbitkan Rabu, mereka mengatakan kepada dunia bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan.
Sebuah memo panggilan telepon rahasia dengan Ma Xiaowei, kepala Komisi Kesehatan Nasional, dan pejabat kesehatan provinsi pada 14 Januari, yang diperoleh oleh AP, mengatakan soal kemungkinan penularan ke manusia.
"Penularan dari manusia ke manusia adalah mungkin."
"Semua daerah harus bersiap untuk dan menanggapi pandemi."
Panggilan itu seharusnya menyampaikan perintah langsung tentang Virus Corona dari Presiden Xi Jinping dan pejabat tinggi pemerintah China lainnya.
Tetapi dalam enam hari berikutnya, otoritas kesehatan China secara terbuka menyatakan bahwa virus itu berisiko rendah bagi manusia.
Komisi Kesehatan Wuhan mengatakan pada 14 Januari, hari yang sama dengan seruan Ma, bahwa pihaknya "tidak menemukan bukti penularan dari manusia ke manusia."
Keesokan harinya, Li Qun, kepala Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan darurat pusat, mengatakan kepada TV pemerintah
"Risiko penularan dari manusia ke manusia rendah," AP melaporkan.
Pada saat itu, Organisasi Kesehatan Dunia, yang bergantung pada negara-negara untuk memberikan data mereka sendiri, mempercayai apa kata China.
WHO kemudian mengatakan hal yang sama kepada negara-negara lain di seluruh dunia.
"Investigasi awal yang dilakukan oleh otoritas China tidak menemukan bukti yang jelas tentang penularan dari manusia ke manusia," tulis WHO pada 14 Januari di akun Twitternya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/xi-jinping_20171114_180925.jpg)