Banjir Bandang Sungai Sibirubiru

UPDATE BANJIR di Sibiru-biru, Polisi: 3 Korban Hanyut, 1 Orang Belum Ditemukan

Jadi bukan banjir bandang. Tiga orang hanyut, di dua lokasi. Saru orang selamat, satu belum diketemukan

Editor: Salomo Tarigan
HO/tri bun medan
Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian korban banjir bandang di sepanjang aliran Sungai Sibiru-Biru, Deliserdang, Rabu (15/4/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, DELISERDANG -Tim gabungan dari pihak kepolisian TNI dan SAR masih melakukan pencarian seorang warga yang dinyatakan hilang pascabanjir di aliran Sungai Sibiru-biru pada pada Selasa (14/4/2020) sore kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak tiga orang menjadi korban banjir yang terjadi di aliran Sungai Sibiru-biru.

Dari tiga orang tersebut, satu di antaranya meninggal dunia, satu selamat dan mendapat perawatan medis.

Serta satu orang lagi dikabarkan hilang dan masih dilakukan pencarian oleh petugas gabungan.

Kapolsek Biru AKP Sembiring yang dikonfirmasi Tri bun-Medan.com pada Rabu (15/4/2020) mengatakan debet air sungai meningkat akibat air kiriman dari hulu sungai daerah sembahe yang hujan lebat.

"Jadi bukan banjir bandang. Tiga orang hanyut, di dua lokasi. Saru orang selamat, satu belum diketemukan dan masih dalam pencarian tim SAR. Satu orang sudah ditemukan kemaren sore, di Desa Lantasan Lama, Patumbak," ujarnya.

Terkait peristiwa tersebut, tidak ada kerusakan material maupun ladang warga.

"Untuk kerusakan tidak ada. Karena air sungai tidak sampai ke daratan," jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang, Zainal Abidin Hutagalung mengatakan, identitas korban tewas yakni, Mesias Tarigan Silangit (50).

Korban ditemukan di pinggir sungai Gang Bandrek Pasar IV, Patumbak, Kecamatan Patumbak.

Sementara korban selamat dan sudah dirawat di Rumah Sakit Sembiring yakni Riki (23), yang mengalami luka di bagian kepala dan tidak sanggup berdiri.

"Korban yang belum ditemukan yakni Roy Saputra Bangun (20)," katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, banjir bandang itu menghanyutkan dua orang pekerja bendungan dan satu orang pemancing.

"Setelah dilakukan pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan SAR dan Satgas BPBD dan juga masyarakat setempat, dua orang berhasil ditemukan, satu di antaranya meninggal dunia," katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Tri bun-Medan.com pada Rabu (15/4/2020), tim SAR melakukan pencarian dengan menelusuri aliran Sungai Sibiru-biru.

Tidak hanya itu, tim SAR juga melakukan pemantauan di areal daratan di seputaran lokasi.

COVID-19 TERKINI - 1 Pasien Positif Covid-19 asal Siantar Sembuh di RSUP Adam Malik, Total 11 Sembuh

Kepala kantor SAR Medan, Toto Mulyono mengatakan, dalam upaya pencarian ini tim SAR yang dibantu oleh personil TNI Polri serta masyarakat akan melakukan penyisiran sungai dengan menggunakan perahu rafting.

"Tim akan dibagi ke dalam beberapa sektor kerja. Di mana sebagian tim melakukan pencarian menggunakan perahu rafting. Sebagian lagi melakukan pencarian dengan cara scouting darat," ungkapnya.

Dalam melakukan evakuasi serta pencarian ini, lanjut Toto, sejauh ini debit air di sungai Sibiru-biru sudah mulai turun hingga akan memudahkan proses pencarian.

Legimin Rahardjo Kecewa jika Kompetisi Liga 2 Dihentikan: Materi PSMS Musim Ini Lagi Bagus

Namun demikian, pihaknya akan tetap waspada bilamana terjadi hujan dihulu hingga menyebabkan banjir susulan ke daerah hilir.

"Kita berharap agar korban yang hilang dapat ditemukan hari ini," katanya Toto.

(mft/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved