Perampok Toko Emas Beraksi di Tanggal Khusus, Melawan saat Ditangkap, 3 Pelaku Tewas Tertembak

Terungkap, kelompok perampok toko emas di Pasar Kemiri, Jakarta Barat, mempunya tanggal khusus untuk melancarkan aksi.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Satu dari dua anggota kelompok rampok wetonan asal Demak, Jawa Tengah yang tak ditembak mati dihadirkan di Polres Metro Jakarta Barat. 

Dalam aksinya di Pasar Kemiri Kembangan, pelaku sudah beraksi seseuai tanggal dan weton yang dianjurkan yakni pada tanggal 6 April, namun mereka tak menjalankan aturan yang kedua.

PANIK 5 Rekannya Positif Covid-19, Petugas Medis Puskesmas PB Selayang Buru-buru Minta Isolasi Diri

Mereka tak bisa pulang ke Jawa Tengah mengingat adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun karantina mandiri di sejumlah wilayah akibat pandemi corona.

"Mereka lakukan enam April dan larikan diri ke Jawa tapi ada sweeping PSBB di Jawa Tengah sehingga terpaksa kembali dan tertangkap," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru.

Pantau Target Selama Sebulan

Sepak terjang perampok Kelompok Wetonan asal Demak, Jawa Tengah, begitu rapi dalam setiap aksinya.

Kelompok ini memang menargetkan toko emas sebagai sasarannya. Mereka selalu melengkapi diri dengan senjata api untuk mengancam para korban.

PANIK 5 Rekannya Positif Covid-19, Petugas Medis Puskesmas PB Selayang Buru-buru Minta Isolasi Diri

Tak segan mereka melukai korbannya bila melawan.

Kombes Audie Latuheru, menjelaskan rata-rata kelompok ini membutuhkan waktu sebulan untuk memantau target sasarannya.

Waktu mereka beraksi pun tak sembarangan, karena harus berdasarkan pada tanggal dan weton yang dipercaya membawa keberuntungan.

"Pelaku ini mereka cukup nekat dan manfaatkan situasi. Jadi saat orang terfokus dengan wabah mereka manfaatkan untuk aksi ini yang memang sudah diawasi satu bulan sebelumnya," kata Audie melalui telekonpersi pada Senin (13/4/2020).

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, satu dari lima pelaku bertugas memetakan situasi di lokasi.

Satu orang tersebut bertugas mencari sasaran, memantau situasi di lokasi sebelum mereka beraksi dan memantau dari kejauhan saat keempat rekannya beraksi.

"Makanya saat kejadian, pelaku yang teridentifikasi itu ada empat orang yang naik dua motor boncengan."

"Tapi saat kami lakukan pengembangan ternyata mereka ini berlima dan bertugas menggambar (memetakan, red) situasi di TKP," kata Dimitri.

Beraksi Hingga ke Kalimantan

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved