Perampok Toko Emas Beraksi di Tanggal Khusus, Melawan saat Ditangkap, 3 Pelaku Tewas Tertembak
Terungkap, kelompok perampok toko emas di Pasar Kemiri, Jakarta Barat, mempunya tanggal khusus untuk melancarkan aksi.
Beraksi Sesuai Weton
Kawanan perampok toko emas yang beraksi di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat tak sembarangan memilih waktu dalam beraksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, kawanan ini selalu beraksi pada tanggal dan weton yang dipercaya memberikan keberuntungan.
"Para pelaku menamakan Kelompok Wetonan dan telah berapa kali lakukan perampokan di beberapa tempat lintas provinsi," kata Yusri saat merilis kasus tersebut melalui telekonpers dari Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (13/4/2020).
• Pelayan Resto Cekcok dengan Kasatpol PP Medan karena Dilarang Terima Pesanan Makan di Tempat
"Wetonan karena ada satu kepercayaan yang mereka anut," sambung dia.
Yusri menjelaskan, salah satu kepercayaan yang dianut kelompok ini, mereka selalu beraksi di tanggal enam.
Hal tersebut bisa dilihat dari kasus perampokan di Pasar Kemiri Kembangan yang dilakukan pada 6 April 2020 dan perampokan toko emas di kawasan Kemayoran pada 6 Desember 2019.
"Jadi sifat kaya kejawen. Di Kemayoran juga tanggal enam dan beberapa tempat lain tanggal enam," kata Yusri.
Selain itu, ucap Yusri, kewajiban yang diterapkan kawanan ini yakni selalu membawa hasil rampokannya ke wilayah Jawa Tengah.
"Jadi setiap selesai lakukan kejahatan mereka harus berangkat ke Jawa Tengah."
"Dimanapun mereka rampok itu harus masuk Jawa Tengah agar buang sial dan tidak tertangkap," kata Yusri.
Tertangkap Karena PSBB
Polisi menyebut, dari pengakuan tersangka mereka telah empat kali beraksi.
Dalam tiga kali aksi sebelumnya, aksi mereka belum pernah tersentuh atau terendus polisi.
Menurut keyakinan pelaku lantaran mereka menaati aturan yang diterapkan dalam kelompok ini, yakni beraksi di tanggal enam dan selalu membawa hasil rampokan ke Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/satu-dari-dua-anggota-kelompok-rampok-wetonan.jpg)