Pasien Positif Covid-19 Berbohong, 76 Tenaga Medis Diperiksa Intensif, Khawatir Tertular Virus

Soerang pasien positif virus Corona atau Covid-19 berbohong saat menjalani pemeriksaan membuat RSUD dr Soedjati Soemodiardjo geger.

afp
Militer Iran membangun rumah sakit sementara berkapasitas 2.00 tempat tidur untuk pasien corona di sebuah gedung pameran internasional, Teheran utara, Iran, 26 Maret 2020. 

Pasien Positif Covid-19 Berbohong, 76 Tenaga Medis Diperiksa Intensif, Khawatir Tertular Virus

Soerang pasien positif virus Corona atau Covid-19 berbohong saat menjalani pemeriksaan membuat RSUD dr Soedjati Soemodiardjo geger. Pasalnya, seluruh tenaga medis yang kontak dengan pasien harus mengikuti tes kesehatan.

TRI BUN-MEDAN.com-Soerang pasien positif virus Corona atau Covid-19 berbohong saat menjalani pemeriksaan membuat RSUD dr Soedjati Soemodiardjo geger. Pasalnya, seluruh tenaga medis yang kontak dengan pasien harus mengikuti tes kesehatan.

Wakil Direktur RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Titik Wahyuningsih, mengatakan, pasien asal Desa Bangsri tersebut tidak jujur saat dimintai keterangan.

Pasien tersebut mengaku tidak pernah pergi ke luar negeri maupun ke daerah yang statusnya zona merah Covid-19.

Lawan Virus Corona, Gitar Vokalis Band Megadeth Dilelang, Uangnya di Donasikan untuk Indonesia

Berdasar keterangannya, pasien tersebut kemudian dirawat di salah satu kamar perawatan yang ada di bangsal Aster.

Selama dirawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam.

Kemudian, kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru.

Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia. Ternyata belakangn ketahuan bahwa di sempat ke luar negeri dan berkunjung ke Jogja.

"Setelah ditanya lebih lanjut akhirnya pada 30 Maret, pasien baru mengaku kalau pulang dari luar negeri dan sempat main ke Jogja," ujar Titik.

"Setelah menyampaikan keterangan itu, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah sehat, pasien itu diperbolehkan pulang pada 2 April dan diminta isolasi mandiri di rumah," jelasnya, Jumat (10/4/2020).

Pasien tersebut sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta.

Kemudian, hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif Covid-19.

"Ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu mulai tanggal 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kita rapid test. Di antaranya petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan," ungkap Titik.

Sementara itu, Bupati Grobogan, Sri Sumarni menyayangkan ketidakjujuran pasien itu dalam memberikan keterangan kepada petugas medis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved