Virus Corona

KABAR BURUK, Virus Corona Bermutasi jadi Tiga Varian, Ini Sebarannya dan Warning Pakar Epidemiologi

Kabar buruk, Virus Corona SARS-CoV-2 ternyata bermutasi sesuai dengan lingkungan yang ditinggali inangnya.

Editor: Tariden Turnip
daily mail
KABAR BURUK, Virus Corona Bermutasi jadi Tiga Varian, Ini Sebarannya dan Warning Pakar Epidemiologi. Penyebaran virus Corona berdasarkan variannya. 

Swiss, Jerman, Belgia dan Belanda juga didominasi oleh tipe B.

Sedangkan varian virus corona Covid-19 yang terakhir yaitu virus 'C' merupakan anakan atau turunan dari tipe 'B' paling banyak ditemukan pada pasien-pasien dari Eropa, seperti Perancis, Italia, Swedia, dan Inggris.

Sejumlah sampel dari Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan juga ada yang menunjukkan jenis 'C' ini.

Disebutkan, virus corona baru (SARS-CoV-2) bermutasi dan menciptakan turunan virus yang berbeda.

Virus 'B' secara imunologis mudah beradaptasi di kawasan Asia Timur, namun ia tidak bisa semudah itu untuk di kawasan lain, sehingga varian virus ini perlu bermutasi.

Proses mutasi di kawasan Asia Timur pun terpantau lebih lambat dibandingkan di kawasan lain.

Namun semua hasil penelitian ini diambil dari masa awal pandemi, saat jalur evolusi Covid-19 belum melakukan lebih bayak mutasi.

"Ada terlalu banyak jenis mutasi untuk bisa melacak keluarga Covid-19 secara rapi.

Kami menggunakan algoritma matematika untuk memvisualisasikan semua silsilah atau urutan keturunan virus," kata ahli genetika dari University of Cambridge, Dr Peter Forster.

Melansir South China Morning Post, penelitian ini juga mendokumentasikan bagaimana pergerakan orang telah membantu penyebaran virus.

Sebagai contoh, penelitian ini menunjukkan Virus Corona menyebar ke Italia - ditularkan seorang pelancong Meksiko yang didiagnosis pada 28 Februari.

Sedangkan Covid-19 di Jerman ditularkan seseorang yang bekerja untuk sebuah perusahaan di Munich - pada Januari 27.

Warga Jerman tertular infeksi dari seorang rekan di Shanghai China, yang ketika baru dikunjungi oleh orang tuanya dari Wuhan.

Para peneliti mendokumentasikan 10 mutasi Virus Corona dari Wuhan ke Meksiko.

“Kami telah merekonstruksi ''pohon keluarga" (sejarah evolusi) dari virus manusia, kita dapat menggunakan pohon ini untuk melacak rute infeksi dari satu manusia ke manusia berikutnya, dan dengan demikian memiliki alat statistik untuk menekan infeksi di masa depan ketika virus mencoba untuk kembali," kata Forster.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved