Kasihan Betul Perantau Ini, Beli Masker Online Malah Diganti Bata, Niat Bantu Warga Rugi Rp 36Juta
Jahatnya pelaku yang justru mengirimkan batu bata kepada pelaku. Kenyataan yang membuat korban begitu terpukul dan syok.
TRI BUN-MEDAN.com - Sungguh kasihan seorang perantau ini. Niat tulusnya membeli masker untuk dikirimkan ke warga di tengah wabah corona justru malah ditipu.
Korban sampai rugi hingga Rp 36,4 juta.
Jahatnya pelaku yang justru mengirimkan batu bata kepada pelaku.
Kenyataan yang membuat korban begitu terpukul dan syok.
Padahal masker yang dibeli direncanakan akan dikirim ke Sumatera Barat untuk membantu penanganan virus corona.
Peristiwa itu menjadi pembelajaran agar tidak sembarangan membali masker melalaui online.
• Larangan Mudik Berujung Perubahan Cuti Bersama Idul Fitri, Digeser Jadi Tanggal 28-31 Desember
• Glenn Fredly Akui Mutia Ayu Menjadi Pembeda, Memberinya Gewa yang Sudah Lama Ditunggu
Bagaimana peristiwa terjadinya penipuan online yang mengakibatkan korban rugi hingga Rp 36,4 juta.
Juan Puncan Endrile (30), korban penipuan pembelian ratusan boks masker melalui media sosial yang merugi Rp36,4 juta ternyata adalah salah satu anggota Perantau Minang Peduli Bencana (PMPB).
Ribuan masker yang ia pesan itu, menurut Juan akan dikirimkan ke Sumatera Barat untuk membantu masyarakat di sana terkait penanganan virus Corona.
Kronologi
Juan menerangkan, mulanya pada 4 April lalu, ia melihat iklan di media sosial yang menawarkan penjualan masker.
Kemudian, Juan memesan sebanyak 140 boks masker kepada pemilik akun bernama Frans dengan harga jual Rp 260.000 per boks .
"Kami ada organisasi namanya Perantau Minang Peduli Bencana (PMPB). Saya salah satu anggotanya, kami ada sekitar 25 orang. Saat wabah Covid-19 ini, kegiatan kami membagikan masker ke sejumlah daerah di Indonesia dengan menggalang dana dari donatur maupun kantong pribadi," kata Juan, Kamis (9/4/2020).
Sebelum melakukan transaksi pembayaran, korban sempat berkomunikasi melalui video call dengan pelaku.
Frans saat itu menurut Juan sedang bersama satu orang rekannya dan mengaku sebagai warga Tangga Takat, Seberang Ulu (SU) II, Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masker-n95-dan-masker-bedah.jpg)