Viral Medsos

Viral Foto Warga Medan Menunjukkan Kertas Pengakuan Miskin setelah Dapat Bantuan Beras 5 Kilogram

Pemko Medan distribusikan 980 ton beras kepada warga yang tidak mampu di Medan Sumatera Utara.

Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA/FACEBOOK
Warga Medan menunjukkan selembar kertas pengakuan miskin setelah dapat bantuan beras 5 Kilogram 

Sebanyak 980 ton beras didistribusikan Pemko Medan ke keluara tak mampu, misalnya di Kecamatan Polonia dan Belawan, Sumatera Utara. 

TRI BUN-MEDAN.COM - Pemko Medan distribusikan beras kepada keluarga tak mampu.

Foto-fotonya beredar di linimasa media sosial.

Warga yang memperoleh beras "dipaksa" mengaku miskin dengan selembar kertas bertuliskan; Saya Keluarga Tidak Mampu Penerima Bantuan.

Hal ini mendapat kritikan dari banyak orang.

"Untuk selanjutnya jangan begini lagi ya Pak..., tak elok awak lihatnya.. menyesakkan dada," tulis politisi PAN T Bahrumsyah di akun facebooknya.

Lokasi pemberian bantuan berada di Kecamatan Polonia dan Belawan.

Foto-foto pemberian bantuan ini pun ramai dibagikan netizen. 

Tonton video:

Bantuan Beras 980 Ton

Selama beberapa hari ini, bantuan beras Pemko Medan sebanyak 980 ton mulai didistribusikan kepada masyarakat terdampak pandemi virus Corona.

Anggota DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala menilai hal tersebut perlu perhatian khusus terutama di jajaran kecamatan hingga kepling.

Dikatakannya, Pemko maupun masyarakat dapat sama-sama memantau agar pendistribusian beras tersebut tepat sasaran.

"Penyaluran bantuan beras yang dilakukan Pemko sudah tepat. Namun, harus diawasi betul jangan sampai nanti kepala lingkungan, camat, atau dinas sosial membuat bantuan ini tidak tepat sasaran. Karena ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak panemi Corona,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Ia mengatakan sebagaimana dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 22 Tahun 2019 bahwa jika terjadi darurat, maka pemerintah dalam hal ini Pemko bisa memberikan bantuan kepada masyarakat berupa beras.

"Jangan pula momen ini dijadikan sebagai unsur kampanye, pencitraan, dan lainnya," katanya.

Ia mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat yang terdampak Covid 19, baik itu sopir angkot hingga pedagang kecil yang terpaksa tak lagi berjualan karena sepi pembeli.

"Banyak warga yang tidak bekerja ataupun dagangannya tutup. Makanya ini tepat pemerintah turun memberikan perhatian kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, pada Sabtu (4/4/2020) Plt Wali kota Medan, Akhyar Nasution, melepas pendistribusian bantuan beras tersebut dengan ditandai penyerahan beras secara simbolis kepada Camat di Gudang Bulog jalan Mustafa.

Bantuan ini, kata Akhyar, akan diberikan secara bertahap melalui masing-masing kelurahan, dengan harapan dapat membantu masyarakat yang terdampak penyebaran wabah virus corona.

"Ini stimulus yang diberikan Pemko Medan kepada masyarakat, yang mana masyarakat mendapatkan 5 kg beras untuk setiap kepala keluarga," katanya.

Melalui bantuan tersebut, Pemko berharap masyarakat yang terdampak langsung terhadap virus corona ini dapat terbantu.

"Saya berharap bantuan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat, jadi masyarakat tetap tenang dan berada dirumah, kami Pemerintah selalu berada ditengah-tengah masyarakat untuk menjawab setiap keluhan dari masyaraka," katanya.

Adapun kriteria masyarakat yang mendapatkan bantuan beras ini yaitu masyarakat yang kehilangan penghasilanya akibat dampak penyebaran virus corona seperti pedagang, dan masyarakat yang diberhentikan dari pekerjaan (PHK).

"Jadi kami minta masyarakat yang diluar dari kriteria tersebut agar memahami dan saling mengerti demi kita bersama." katanya.

Ia berharap masyarakat Medan dapat bekerjasama agar penyaluran beras tersebut tepat sasaran. Ia meminta agar masyarakat yang tidak terdampak agar tidak mengambil hak orang lain.

"Jangan dipaksakan untuk menerima. Pemko Medan akan hadir, kalau kehabisan beras ngomong sama Pak Kepling. Jangan ini menjadi heboh. Kalau memang gak ada beras sama sekali ngomong ke Pak kepling," pungkasnya.

Kartu Prakerja

Akibat wabah Covid 19 banyak pekerja dirumahkan bahkan PHK.

Pemerintah Sumut menghimbau agar warga mendaftarkan diri sebagai calon penerima Kartu Prakerja.

Nilai bantuan mencapai Rp 3.550.000.

Peserta Penerima Kartu Prakerja dengan mengisi formulir di bit.ly/formisiankartuprakerjasumut

Atau bisa melihat contoh formulir pengisian dapat didownload di bit.ly/contohpengisiankartuprakerja

Informasi seputar Kartu Prakerja juga dapat menghubungi kontak person tersebut atau kunjungi website berikut ini www.prakerja.go.id

 Jokowi Beri Bantuan Langsung Tunai Rp 600 Ribu per Bulan per Keluarga, Simak Syarat-syaratnya

 Jokowi Imbau Bantuan Paket Sembako Diantarkan Setiap Minggu, Warga Dapat Rp 150 Ribu Tiap Pekan

Bantuan Pemerintah Pusat

Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga miskin dari Jokowi ini upaya meminimalisasi dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600.000 per bulan.

BLT tersebut akan dilakukan selama tiga bulan bagi keluarga miskin.

Bantuan ini diberikan sebagai upaya meminimalisasi dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Warga yang mendapatkan BLT adalah mereka yang berdomisili di luar Jabodetabek.

Sementara di Jabodetabek, saat pandemi Covid-19, warga miskin akan mendapatkan sembako dengan nilai sama, yakni Rp 600.000 per bulan.

"Presiden menyetujui usulan kami untuk memberikan bantuan langsung tunai atau disingkat BLT selama tiga bulan, dengan indeks juga Rp 600.000 per keluarga," kata Menteri Sosial Juliari Batubara usai rapat dengan Presiden, Selasa (7/4/2020).

Juliari menyebutkan, BLT ini akan diberikan kepada seluruh keluarga yang tercatat dalam data terpadu Kemensos.

Namun syaratnya, keluarga tersebut belum menerima bansos lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai, ataupun Kartu Pra-Kerja.

Selain mengandalkan data Kemensos, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Nanti kami juga minta data tambahan dari pemda," kata Juliari.

Juliari menyebutkan, BLT akan mulai disalurkan bulan ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, setidaknya ada 9 juta keluarga yang akan mendapatkannya.

"Di luar Jabodetabek ada 9 juta keluarga, tapi masih harus dibersihkan datanya," kata dia.

Juliari menambahkan, dari data Kemensos, jumlah keluarga yang berhak mendapatkan BLT saat wabah Covid-19 kurang dari 9 juta.

(Hendrik Naipospos/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved