Virus Corona Mengganas di Jakarta, Anies Ogah Disebut Bingung, Imbauan Jokowi tak Cukup Atasi Corona

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ogah disebut bingung menangani penyebaran virus Corona yang semakin tinggi.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di DPD Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (29/2/2020) malam. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri) 

"Lalu kami lakukan langkah-langkah itu. mulai dari pembatasan kendaraan umum, kegiatan persekolahan, kegiatan ibadah, itu semua kita lakukan," ungkapnya.

"Dan kita lakukan ini sejak awal Maret."

Melihat jumlah korban yang semakin bertambah, Anies lantas menyebut penncegahan Virus Corona tak cukup dengan imbauan semata.

"Tapi artinya masih ada pergerakan itu, imbauan-imbauan enggak cukup. Buktinya angka positif masih naik terus, positif itu artinya sudah dites ya. Yang belum dites ya kita enggak tahu," ucap Anies.

"Selama angka itu masih naik artinya langkah yang kita kerjakan harus ditingkatkan," tukasnya.

Simak video berikut ini menit ke-12.24:

 

Puluhan Tenaga Medis Tewas

Sebelumnya, Virus Corona bisa menyerang siapa saja termasuk para tenaga medis.

Sebagai garda terdepan, para tenaga medis itu meninggal setelah menangani masalah Virus Corona.

Hingga Senin (6/4/2020), tercatat ada puluhan tenaga medis yang meninggal setelah menangani Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Official iNews pada Senin (6/4/2020), angka kematian tenaga medis di Indonesia cukup tinggi.

Wakil Ketua Umum PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan ada sekitar 20 dokter meninggal termasuk dokter yang masih berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Lalu ada lima dokter gigi serta enam perawat meninggal karena terpapar Virus Corona.

"Saat ini data yang ter-record di kita yang memang terkonfimasi dia dengan PDP ataupun yang sudah terkonfirmasi hasil swab itu yang dokter ya itu sekitar 20 dengan 5 orang saat ini dokter gigi, dan infomasi yang kami dapatkan 6 perawat,"ujar Adib.

Sedangkan berdasarkan data dari situs medscape, Adib mengatakan sudah ada sekitar 100 dokter meninggal di luar Indonesia.

Angka kematian tenaga medis di Italia tercatat yang paling banyak.

"Nah pada saat kemudian kita bicara saat ini dalam jangka satu bulan dibandingkan secara total data yang kita bandingkan medscape di seluruh dunia, total seluruh di dunia di luar yang ada di Indonesia itu ada sekitar 100 dokter yang meninggal dengan jumlah terbanyak dari Italia," jelas Adib.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved