Virus Corona
Penjelasan Ilmiah Kenapa Virus Corona Mati dan Hancur jika Kena Sabun, Pembungkusnya Larutan Lemak
Meski menyebar dengan cepat, virus corona juga masih punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk memutus rantai penularan.
Virus Corona SARS-CoV-2 pemicu Covid-19 menjadi pencabut nyawa yang membuat seluruh dunia kelabakan.
Hingga Senin (6/4/2020), tercatat 1.282,383 kasus Covid-19 di seluruh dunia, dimana 70.183 meninggal.
Di Indonesia Hingga Senin (6/4/2020), total kasus Covid-19 menjadi 2.491 kasus, di mana 209 orang meninggal.
Padahal Covid-19 baru terdeteksi Desember 2019 di Wuhan China.
Benar-benar mengerikan.
Meski menakutkan virus corona juga punya kelemahan.
Kelemahan ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah penularan, sehingga risiko tertular pun bisa lebih rendah.
Sejauh ini, para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan, telah menyusun cara mencegah penularan Covid-19 melalui kelemahan-kelemahan tersebut.
Apa kelemahan virus corona?
Satu hal yang membuat banyak orang khawatir soal Covid-19 adalah karena belum adanya obat maupun vaksin yang memang dikhususkan untuk mengatasi dan mencegah penyakit ini.
Oleh karenanya, cara terbaik yang bisa dilakukan untuk melindungi diri kita adalah dengan melakukan pencegahan semaksimal mungkin.
Meski menyebar dengan cepat, virus corona juga masih punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk memutus rantai penularan.
Lalu sebenarnya, apa saja kelemahan virus corona?
1. Mudah hilang dengan pelarut lemak
Apa itu pelarut lemak? Ya betul, pelarut lemak adalah sabun yang sehari-hari kita gunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-di-mojokerto-pakai-helm-bentuk-virus-corona.jpg)