Pasien PDP Corona Meninggal di RS Mitra Sejati Medan, Langsung Dikubur Malam Hari

Pasien PDP Corona Meninggal di RS Mitra Sejati Medan, Langsung Dikubur Malam

Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
JURU bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Aris Yudhariansyah menjelaskan data terbaru kepada masyarakat secara langsung melalui kanal YouTube Humas Sumut mengenai wabah Covid-19 di wilayah Sumut. 

"Hati-hati, sekarang gambaran yang terbanyak hampir sekitar di atas 60 persen atau ada yang mengatakan sampai 70 persen penderita positif Covid-19 ini tanpa gejala atau kita sudah mengenal dengan sebutan OTG yakni orang tanpa gangguan," ujar Yuri.

Yuri menjelaskan, individu tersebut bisa saja merasa tidak sakit karena tidak merasakan gangguan apa pun pada tubuhnya.

"Atau bahkan dengan gangguan minimal, karenanya disebut tanpa gejala. Itu kemudian bisa menjadi potensi untuk terjadinya sumber penyebaran baru," lanjutnya.

Menurut Yuri, isolasi diri menjadi kunci dalam mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19.

"Manakala mekanisme transformasi penyakit ke sumber ke orang yang sakit ini masih berlangsung terus maka, kita akan tahu penularan akan jalan terus.

Karenanya, yang sakit inilah yang harus kita lakukan pemisahan," ungkap Yuri.

Isolasi juga bertujuan memisahkan antara sumber penyakit dengan masyarakat sekitarnya.

"Jadi kalau bicara soal isolasi berarti kita memisahkan sumber penyakit dengan masyarakat lain. Intinya begitu," tambah Yuri.

Jaga jarak dengan kelompok rentan

Pemerintah meminta anak muda menjaga jarak dengan kelompok rentan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19.

Sebab, ada kemungkinan anak muda positif corona tanpa gejala justru menularkan virusnya kepada kelompok rentan.

"Pentingnya kita untuk melakukan pemisahan kelompok rentan artinya usia lanjut," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Senin (6/4/2020).

Adapun kelompok rentan yang dimaksud adalah orang yang sudah berusia 60 tahun ke atas atau memiliki penyakit bawaan.

Dalam kasus di berbagai negara, lanjut Doni, banyak pasien positif Covid-19 yang tewas dari dua kelompok ini.

"Oleh karenanya dibutuhkan kesadaran dari kita semua.

Terutama kalangan muda yang sehat untuk tidak berdekatan dengan kelompok rentan ini, kita sehat tetapi sebenarnya kita tidak tahu apakah status kita positif atau negatif," ucap Doni.

"Ketika status kita positif, kita tidak mampu mengontrol diri, maka kita bisa menjadi pembawa maut bagi saudara kita yang lain," kata dia.

Oleh karena itu Doni menyebut physical distancing atau menjaga jarak fisik juga harus dilakukan di dalam rumah jika terdapat anggota keluarga yang merupakan kelompok rentan.

"Oleh karenanya pemberitahuan-pemberitahuan dengan berbagai cara untuk tidak mendekatkan diri kepada keluarga kita yang berusia lanjut harus menjadi prioritas.

Bukan hanya di area publik tapi juga di dalam rumah untuk tetap memperhatikan masalah physical distancing," ucap Doni.

(vic/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved