Kabar Baik Di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesia Panen Raya Berbagai Komoditas Pertanian

"Perhitungan surplus tersebut yakni dari total hasil panen dikurangi total konsumsi beras selama 3 bulan masa panen sebanyak 62.998 ton," jelasnya.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petani memanen padi di persawahan Desa Pematang Johar, Deliserdang, Sabtu (8/2/2020). Bercocok tanam merupakan mata pencaharian warga setempat, dengan areal seluas 100 hektar. 

TRIBUN-MEDAN.com - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, meski menghadapi situasi darurat pandemi Covid-19, geliat petani untuk berproduksi tidak menurun.

Hal ini terbukti dari berlangsungnya panen raya dengan berbagai komoditas di beberapa wilayah di Indonesia.

Suwandi pun menyebut, untuk menghadapi musim panen raya padi, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya menggerakkan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

Dengan begitu, penggilingan mampu menyerap gabah langsung dari petani dan modal bisa diperoleh dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta sumber lainnya.

"Dengan Kostraling, beras dari penggilingan bisa dijual langsung maupun online kerja sama dengan startup," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Dia juga menerangkan upaya lain dalam menghadapi panen raya kali ini, seperti membangun kemitraan dengan pelaku usaha, dan memperlancar distribusi dengan bantuan angkutan.

Selain itu, dilakukan pula penyaluran alat pasca panen, pemberian bantuan benih dan gerakan olah tanah, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Bahkan pemerintah daerah ikut menyerap hasil panen untuk pegawai ASN maupun pasar murah," jelas Suwandi.

Perkiraan jumlah panen padi

Lebih lanjut, dia menuturkan, menurut data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS, diperkirakan pada Maret panen padi mencapai 1,1 juta hektar (ha) dengan perkiraan produksi 5,6 juta ton gabah kering giling atau setara beras 3,2 juta Ton beras.

Sementara itu, masih ada pula stok beras nasional 3,51 juta ton, lalu di Bulog 1,65 juta ton, penggilingan 1,07 juta ton, dan di pedagang 792.000 ton.

Dengan kebutuhan beras Maret sebanyak 2,49 juta ton, Suwandi pun menyebut terdapat surplus 698.000 ton beras.

Sementara itu, pada April 2020 diperkirakan produksi mencapai 8,8 juta ton gabah kering giling atau setara 5,04 juta ton beras dengan konsumsi 2,5 juta ton.

"Dari kalkulasi tersebut, diperkirakan terdapat surplus 2,53 juta ton beras," ungkapnya.

Selain padi, Suwandi juga menyebut pada Maret 2020 sebelumnya, panen jagung mencapai hasil sebanyak 5,47 juta ton.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved