Seorang Pasien Covid-19 Indonesia Berobat ke Singapura, Bocorkan Kesiapan Dokter di Negeri Singa

Seorang pasien virus Corona Indonesia mengisolasi diri di Singapura. Setelah sembuh ia membeberkan tips pulih

YouTube MothershipSG/sinchew.com
Video pidato Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong soal Virus Corona ramai diperbicangkan di jagat Twitter (kiri), seorang anak di Wuhan mengenakan masker saat mengunjungi ibunya yang bekerja di rumah sakit (kanan). 

Seorang Pasien Covid-19 Indonesia Berobat ke Singapura, Bocorkan Kesiapan Dokter di Negeri Singa

Seorang pasien virus Corona Indonesia mengisolasi diri di Singapura. Setelah sembuh ia membeberkan tips pulih serta perawatan yang diberikan negeri singa itu.

TRI BUN-MEDAN.com- Maria Cynthia Jaya Cindy (22), seorang WNI yang terinfeksi virus corona dengan gejala ringan, mengisahkan pengalaman pribadinya berjuang melawan Covid-19.

Ia merasakan gejala yang tak biasa saat terinfeksi virus corona pada 8 Maret 2020 lalu.

Selain harus berjuang melawan SARS-CoV-2 yang menyerang saluran pernapasan itu, Cynthia juga menjelaskan tindakan yang pernah dilakukannya saat virus tersebut mulai "menjajah" sistem imunnya.

Cerita bermula ketika, ia bersama keluarga harus menemani sang ayah ke Singapura untuk menjalani operasi mata pada 8 Maret 2020.

Selama perjalanan dari Indonesia menuju Singapura, ia dan keluarga sangat menjaga waktu terbang dan tetap memakai masker serta tidak memegang apa pun untuk mengantisipasi penularan.

Cynthia mengaku tertular virus tersebut saat berada di Indonesia. Waktu itu, ia merasakan tubuhnya menjadi merasa capek dan tenggorokan gatal.

"Pertama-tama, saya merasa capek dan gatal tenggorokan, cuma saya pikir mungkin gara-gara kurang minum, karena memang betul persis banget perasaannya dan hari itu saya memang kurang minum," ujar Cynthia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Keesokan harinya, ia mengalami demam tinggi dengan suhu badan 38-39 derajat celsius, badan pegal-pegal, keringat dingin, dan sakit kepala berat.

Gejala tersebut dirasakannya selama tiga hari, namun ia masih merasakan flu dan mulai kehilangan kemampuan indra pengecap dan indra penciuman.

Di saat muncul gejala hilangnya kemampuan indra pengecap dan indra penciuman tersebut, perempuan yang saat ini bekerja sebagai co-founder di NGO, Project Planet ini mengalami keringat berlebih dan tubuh lemas.

"Saya enggak suspect saat itu karena tidak ada batuk-batuk, meler, hidung tersumbat, sakit tenggorokan. Tapi, memang semenjak demam mulai, saya hilang taste and smell, dan baru sadar itu agak aneh setelah tidak demam lagi," kata dia.

 Ketika tubuhnya merasakan dua gejala ringan tersebut, ia mengira hal tersebut merupakan salah satu proses recovery tubuh.

Batuk berdarah

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved