Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis

"Jangan biarkan dia berbaring di sini," ia memohon dalam rekaman ketika anak-anaknya terlihat berbaring di lantai belakangnya.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
ILUSTRASI - Petugas menggunakan alat pelindung diri (ADP) memakamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di TPU Simalingkar B, Medan, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia dan langsung dikebumikan. 

Misalnya, keluarga dari Gabriella Orellana ini, mereka hancur setelah pejabat setempat tidak bisa menyediakan peti mati dan pemakaman dengan cepat.

Hasilnya, mereka tinggal bersama mayatnya hingga membusuk.

Dalam sebuah tayangan video yang viral, Gabiella Orellana datang ke rumah sakit untuk mengambil mayat suaminya.

Kemudian, keluarga itu diberi tahu sementara mereka harus tinggal bersama dengan mayat itu selama beberapa hari.

Mendengar jawaban itu, Gebriella menangis sambil memohon.

"Jangan biarkan dia berbaring di sini," ia memohon dalam rekaman ketika anak-anaknya terlihat berbaring di lantai belakangnya.

Lusinan keluarga di Ekuador mengalami nasib yang sama dan kewalahan untuk menjaga tubuh kerabat mereka yang meninggal akibat Covid-19.

Beberapa sangat putus asa sehingga mereka membakar mayatnya sendiri di jalanan atau membungkusnya dengan plastik lalu membuangnya di trotoar.

Kamar mayat di rumah sakit Guayaquil memperlihatkan penuh dengan mayat-mayat.

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (Kompas.com)

Sementara mereka yang putus asa akan mengambilnya dan membakarnya di jalanan.

Satu keluarga memutuskan untuk membakarnya sendiri, karena pihak berwenang mengatakan mereka baru bisa mengurusnya beberapa hari lagi.

Mereka yang tidak punya pilihan selain membakarnya sendiri akan membuang mayat di tempat sampah.

Hingga saat ini Ekuador melaporkan 3.163 infeksi dan 120 kematian pada hari Kamis (2/4/20), tetapi jumlah korbannya bisa jauh lebih tinggi.

Negara itu sedang berupaya membangun kamp khusus untuk korban virus corona di Guayaquil di mana ada 80 orang tewas.

Satu unit tentara dan polisi bertugas untuk mengumpulkan korban virus corona sebanyak 150 mayat dalam sehari. Namun naik 30 beberapa hari yang lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved