Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis
"Jangan biarkan dia berbaring di sini," ia memohon dalam rekaman ketika anak-anaknya terlihat berbaring di lantai belakangnya.
Sementara mereka yang putus asa akan mengambilnya dan membakarnya di jalanan.
Satu keluarga memutuskan untuk membakarnya sendiri, karena pihak berwenang mengatakan mereka baru bisa mengurusnya beberapa hari lagi.
TRI BUN-MEDAN.com - Kisah pilu harus dialami oleh seorang wanita setelah sang suami meninggal gara-gara terinfeksi virus corona.
Suaminya meninggal dunia lantaran terinfeksi virus corona, ternyata penderitaan wanita asal Ekuador ini belum usai.
Pesta Seks saat Lockdown, Aparat Gerebek Bungalow Mewah dan Ciduk 22 Pria dan Wanita Tak Berbusana
Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis
Kronologi Satu Keluarga Tewas dalam Septic Tank dengan Kedalaman 20 Meter, Basarnas Turun Tangan
NESTAPA 2 Perwira TNI AL yang Berjuang Lawan Covid-19, Dikuburkan tanpa Pemakaman Militer
TERKUAK Modus Oknum Pembina Pramuka yang Memperkosa dan Renggut Nyawa Siswi SMP
Kini ia harus menemukan cara untuk dapat memakamkan jenazah suami yang diketahui positif virus corona ini.
Bukan tanpa sebab, ternyata negara Ekuador kini tengah kewalahan mengahdapi pandemi Covid-19.
Ribuan jiwa dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus mematikan tersebut.
Saking kewalahan, Negara Ekuador pun tak mampu lagi memikirkan lahan pemakaman untuk jenazah korban corona.
Alhasil beberapa keluarga pun terpaksa tinggal dengan mayat keluarganya yang terpapar virus corona.
Melansir Daily Mirror Jumat (3/4/20), di kota Guayaquil, Ekuador, jenazah terpaksa tinggal atau dibakar sendiri oleh keluarganya di jalanan karena lonjakan kematian terlalu besar di negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemakaman_pdp_covid-19_danil_siregar-3.jpg)