Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis

"Jangan biarkan dia berbaring di sini," ia memohon dalam rekaman ketika anak-anaknya terlihat berbaring di lantai belakangnya.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
ILUSTRASI - Petugas menggunakan alat pelindung diri (ADP) memakamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di TPU Simalingkar B, Medan, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia dan langsung dikebumikan. 

Sementara mereka yang putus asa akan mengambilnya dan membakarnya di jalanan.

Satu keluarga memutuskan untuk membakarnya sendiri, karena pihak berwenang mengatakan mereka baru bisa mengurusnya beberapa hari lagi.

TRI BUN-MEDAN.com - Kisah pilu harus dialami oleh seorang wanita setelah sang suami meninggal gara-gara terinfeksi virus corona.

Suaminya  meninggal dunia lantaran terinfeksi virus corona, ternyata penderitaan wanita asal Ekuador ini belum usai.

Pesta Seks saat Lockdown, Aparat Gerebek Bungalow Mewah dan Ciduk 22 Pria dan Wanita Tak Berbusana

Harus Tinggal Beberapa Hari Bersama Mayat Covid-19 hingga Pekan Kedua April sebagai Masa Kritis

Kronologi Satu Keluarga Tewas dalam Septic Tank dengan Kedalaman 20 Meter, Basarnas Turun Tangan

NESTAPA 2 Perwira TNI AL yang Berjuang Lawan Covid-19, Dikuburkan tanpa Pemakaman Militer

TERKUAK Modus Oknum Pembina Pramuka yang Memperkosa dan Renggut Nyawa Siswi SMP

Kini ia harus menemukan cara untuk dapat memakamkan jenazah suami yang diketahui positif virus corona ini.

 

Bukan tanpa sebab, ternyata negara Ekuador kini tengah kewalahan mengahdapi pandemi Covid-19.

Ribuan jiwa dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus mematikan tersebut.

Saking kewalahan, Negara Ekuador pun tak mampu lagi memikirkan lahan pemakaman untuk jenazah korban corona.

Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020).(AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT)
Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020).(AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT) (AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT)

Alhasil beberapa keluarga pun terpaksa tinggal dengan mayat keluarganya yang terpapar virus corona.

Melansir Daily Mirror Jumat (3/4/20), di kota Guayaquil, Ekuador, jenazah terpaksa tinggal atau dibakar sendiri oleh keluarganya di jalanan karena lonjakan kematian terlalu besar di negara itu.

 
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved