News Video
Detik-detik Puluhan TNI Turun ke Jalan, Adang Warga yang Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid 19
Puluhan personel TNI dan Brimob turun ke jalan setelah beberapa warga mulai merangsek ke rumah sakit untuk membawa jenazah pasien Covid 19
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Rekaman memperlihatkan Puluhan TNI Turun ke Jalan karena ada pergerakan warga ingin ambil paksa Jenazah Pasien Covid 19
TRI BUN-MEDAN.COM - Puluhan personel TNI dan Brimob turun ke jalan setelah beberapa warga mulai merangsek ke rumah sakit untuk membawa Jenazah Pasien Covid 19
Keluarga tak mau almarhum dimakamkan sesuai protokol Covid 19
Terdengar suara sirene ambulans siap-siap untuk membawa pergi jenazah dari rumah sakit ke pemakaman sesuai protokol Covid 19.
TNI dan personel Brimob pun mengadang warga agar ambulans bisa berangkat.
Keluarga almarhum pun mulai histeris.
Videonya beredar di linimasa media sosial.
Terlihat warga sampai tersungkur di jalan karena menahan duka yang mendalam.
Peristiwa ini terjadi di Makassar.
TONTON VIDEO:
• SUASANA MENCEKAM, Detik-detik Warga Lempar Batu ke Petugas Pemakaman Jasad Terinfeksi Covid 19
• Keluarga Pasien PDP Covid-19 RS Mitra Medika Medan Menangis Histeris Saksikan Pemakaman di TPU
• Berita Foto: Proses Pemakaman Lima Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Korban COVID-19 di Medan
Video ini turut diunggah akun instagram @infokomando.
Berikut keterangan lengkapnya:
Pemakaman Pasien Positif Covid-19
Kejadian terjadi di rumah sakit Stella Maris makassar, seorang korban yang terjangkit Covid19, meninggal dunia dan rumah sakit bekerja sama dengan Aparat melakukan proses pemakaman sesuai protokol yang telah ditetapkan.
Namun pihak keluarga korban tidak menerimanya, dan berusaha untuk menghalanginya.
Namun pihak yang berwajib tetap menjalankan tugasnya.
Sedih memang melihatnya, tetapi tentu pihak yang berwajib mengambil tindakan yang lebih baik demi menjaga keselamatan kita semua.
Penolakan Jenazah Covid 10 di Beberapa Daerah
Jenazah pasien terinfeksi Virus Corona atau Covid 19 mengalami penolakan oleh warga di sekitar pemakaman.
Peristiwa ini beberapa kali terjadi, seperti di Gowa, Banyumas, Medan dan beberapa daerah lain.
Pemerintah terus melakukan sosialisasi agar warga tak terus-terus melakukan penolakan.
Ironinya, penolakan tak hanya dilakukan secara verbal.
Ada juga warga yang nekat melempari petugas dengan batu.
Seperti video di bawah ini;
• Keluarga Pasien PDP Covid-19 RS Mitra Medika Medan Menangis Histeris Saksikan Pemakaman di TPU
• Berita Foto: Proses Pemakaman Lima Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Korban COVID-19 di Medan
Dilansir dari Kompas.com, petugas tak hanya dilempari batu, namun jalan menuju pemakaman juga adang masyarakat.
Seperi halnya di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), hendak memakamkan jenazah pasien Covid-19, jalan menuju lokasi pemakaman diblokade warga dengan menggunakan batang kayu dan batu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada pukul 14.30 WITA, Kamis, (2/4/2020).
Tak hanya itu, warga juga mengusir paksa ambulans yang membawa pasien yang hendak dimakamkan di wilayah Kelurahan Samata.
"Kami dengan keras menolak wilayah kami dijadikan lahan pemakaman pasien corona dan kami sampaikan kepada pemerintah bahwa Anda keliru sebab Kecamatan Sombaopu adalah wilayah dengan populasi warga terbesar di Kabupaten Gowa," kata Imran, salah seorang warga.
Dilempari batu oleh warga
Sementara itu, para petugas medis di Banyumas, Jawa Tengah, juga sempat dilempari batu saat akan memakamkan jenazah korban corona.
Insiden tersebut sempat terekam video dan menjadi viral di media sosial.
Dalam video itu tampak beberapa petugas medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) akan mengangkat jenazah.
Lalu, tiba-tiba seseorang melempar batu ke arah petugas tersebut.
Mendapat lemparan batu, seorang petugas pun berteriak, "Jangan lempar batu. Kita juga manusia, Bu!"
Sementara itu, Kades Karang Tengah, Banyumas, Jawa Tengah Karyoto, membenarkan adanya kejadian penolakan pemakaman jenazah Covid-19 di daerahnya.
"Memang ada (penolakan). Kejadiannya di desa sebelah," kata Kartoyo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).
Penggali kubur tolak menggali liang lahat
Sejumlah penggali kubur menolak untuk menggali kubur saat petugas medis di Sidoarjo hendak melakukan pemakaman pasien meninggal akibat Covid-19.
Alasan para penggali kubur tersebut karena takut tertular virus corona.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin membenarkan kejadian tersebut.
Akibat kondisi itu, bahkan ia sempat mengunjungi rumah para penggali kubur untuk menyakinkannya.
"Tanah sudah digali, tapi setelah itu ditinggal karena takut. Saya sampai kejar ke rumahnya. Saya yakinkan dan saya beri alat pelindung diri," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).
Ternyata, tak hanya penggali kubur, sopir ambulans juga menolak saat diminta mengantar jenazah ke area pemakaman.
"Karena halangan-halangan itulah, jenazah waktu pemakaman jenazah akhirnya molor. Padahal jenazah harusnya dimakamkan tidak lebih dari empat jam setelah dinyatakan meninggal," ujar Nur.
(hen/tri bun-medan.com)