Wanita Cantik Stafsus Presiden Ini Sayangkan Jokowi Digugat: Ironis, Beliau Malah Digugat Pedagang!

Menurutnya, gugatan tak perlu dilayangkan, akan tetapi membantu pemerintah dalam menyelesaikan wabah corona di Tanah Air.

Fabian Januarius Kuwado
Politisi PSI yang kini jadi Staf Khusus Presiden, Dini Purwono 

Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengaku menyesalkan adanya gugatan terhadap presiden di tengah perjuangannya melawan virus corona di Tanah Air.

Menurutnya, gugatan tak perlu dilayangkan, akan tetapi membantu pemerintah dalam menyelesaikan wabah corona di Tanah Air.

TRI BUN-MEDAN.com - Presiden Jokowi digugat oleh seorang warga bernama Enggal Pamukty ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dinilai lalai dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

Tak tanggung-tanggung, Enggal Pamukty mewakili enam pelaku UMKM mengajukan gugatan class action terhadap Presiden Jokowi dengan menuntut penggantian kerugian sebesar Rp 10 Miliar dan 20 Juta.

Menyikapi gugatan class action yang diajukan oleh warga tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengaku menyesalkan adanya gugatan terhadap presiden di tengah perjuangannya melawan virus corona di Tanah Air.

Menurutnya, gugatan itu tak perlu dilayangkan dan penggugat bisa ikut membantu pemerintah bergotong-royong dalam menghadapi virus corona.

"Sebagai warga negara yang baik harusnya mendukung dan membantu pemerintah berperang melawan wabah Covid 19 ini," kata Dini kepada Kompas.com, Kamis (2/3/2020).

"Bantu pemerintah untuk menjaga penyebaran, mengawal agar program-program pemerintah terlaksana dengan baik di lapangan, alih-alih menambah beban gugatan di pengadilan di tengah situasi genting seperti ini," sambung dia.

Dini menegaskan, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk menangani wabah Covid 19 ini.

Langkah-langkah mitigasi penyebaran sudah dilakukan.

Begitu juga bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak sudah disiapkan, termasuk untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

DERETAN Fakta Pernikahan Mewah Oknum Perwira Berujung Jabatan Dicopot, Warga Turut Geram

Bisa Menerawang Masa Depan, Mbak You Blak-blakan Ngaku Sudah Tahu Kapan Dirinya Akan Meninggal

Presiden Jokowi dalam Live Keterangan Pers Presiden RI, Istana Bogor, 31 Maret 2020 yang disiarkan langsung dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi dalam Live Keterangan Pers Presiden RI, Istana Bogor, 31 Maret 2020 yang disiarkan langsung dari kanal Youtube Sekretariat Presiden. (Sekretariat Presiden)

"Ironis, pada saat Presiden Jokowi berpikir keras bagaimana membantu UMKM, beliau malah digugat oleh pedagang UMKM," kata Dini.

Dini juga menegaskan bahwa wabah corona ini adalah force majeure, sesuatu yang berada di luar kendali manusia.

Penyebaran corona juga tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain di dunia.

"Siapa yang bisa tahu kapan dan bagaimana wabah itu akan terjadi? Tidak ada yang tahu dengan pasti," kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved