Breaking News

VIRUS CORONA Mengganas di Kota Medan, Ada 3 Daerah Zona Merah, Waspadai Kepulangan TKI dari Malaysia

Ada tiga daerah yang ditetapkan sebagai zona merah di antaranya Kota Medan, Deliserdang dan Tanjungbalai sebagai zona merah.

Tribun Medan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ajak tim medis penanganan Covid 19 atau Virus Corona berdoa, Rabu (1/4/2020) 

VIRUS CORONA Mengganas di Kota Medan, Ada 3 Daerah Zona Merah, Waspadai Kepulangan TKI dari Malaysia

Ada tiga daerah yang ditetapkan sebagai zona merah di antaranya Kota Medan, Deliserdang dan Tanjungbalai sebagai zona merah. Daerah yang rawat terhadap wabah virus Corona di Sumatera Utara. 

TRI BUN-MEDAN.com-Ada tiga daerah yang ditetapkan sebagai zona merah di antaranya Kota Medan, Deliserdang dan Tanjungbalai sebagai zona merah. Daerah yang rawat terhadap wabah virus Corona di Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara, Sabrina. 

Lebih lanjut, ia membeberkan  informasi terkini bahaya virus Corona saat teleconference bersama  Plt Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo, Jumat (3/4/2020).

Dalam teleconference dari media center Gugus Tugas Covid-19 Sumut di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Sabrina mengatakan alasan 3 daerah itu dimasukkan dalam zona merah.

Alasan pertama karena berada di pintu keluar masuk dari dan wilayah Sumut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sabrina, saat ditemui di kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (12/12/2019).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sabrina, saat ditemui di kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (12/12/2019). (Satia/Tribun-Medan.com)

Alasan lainnya jumlah penduduk di tiga daerah itu sangat banyak dan tingkat pergerakan orang (mobilitas) sangat tinggi.

Sementara zona kuning dipetakan di 6 kabupaten/kota.

Sabrina tidak menyebutkan daerah-daerah mana saja.

Namun berdasarkan data pemetaan oleh Gugus Tugas Covid-19 yang ditampilkan di laman resminya, diketahui daerah itu antara lain Binjai, Langkat, dan Dairi.

Adapun pemetaan 6 zona kuning itu, sebut Sabrina, adalah karena daerah penyangga zona merah dan daerah yang paling banyak menerima kembalinya TKI dan perantau dari dan ke luar negeri.

Di daerah yang banyak kembali TKI dan perantau, terang Sabrina, sudah dilakukan pemantauan dan dilakukan karantina.

"Kami telah menyiapkan di daerah ini tempat karantina, dokter dan paramedisnya," terang Sabrina.

Sementara untuk zona biru, ada di 24 kabupaten/kota. Daerah-daerah di zona biru ini masih relatif aman.

Seorang Polwan Sedih Pesta Pernikahannya Batal Demi Patuhi Maklumat Kapolri, 1000 Undangan Disebar

Artis Cantik Asal Sumut Sebut Wabah Virus Corona Jadi Pembelajaran, Uang Bukan Segala-galanya

Terpisah, Bupati Simalungun JR Saragih kembali menggelar press conference kabar terbaru ancaman pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal itu disampaikan JR Saragih dari Rindam I/BB Jalan Argasari, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, per Jumat (3/4/2020) hari ini.

Disampaikan JR Saragih, per hari ini ada 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dilaporkan berstatus positif Covid-19 atau terinfeksi virus Corona.

Ketiganya merupakan warga Simalungun.

"Setelah kemarin satu PDP kita meninggal, hari ini ada 3 PDP yang dinyatakan positif Covid-19. Pertama adalah SS usia 75 tahun, warga Perdagangan. PDP ini sudah dirujuk ke RSUD Perdagangan," kata mantan perwira TNI ini.

JR menyampaikan terhadap SS dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan rapid test, pemeriksaan radiologi, rontgen, dan laboratorium.

PDP selanjutnya adalah DS, 37 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Gunung Maligas. Setelah dilakukan pemeriksaan yang sama, perempuan ini dinyatakan positif Covid-19.

DS merupakan menantu dari PDP sebelumnya yang meninggal pada Kamis (3/4/2020) pagi kemarin, atas nama HP (66 tahun).

"DS merupakan satu dari sampel yang kita periksa dari 70 sampel keluarga dan kerabat PDP (HP) kemarin," terang JR.

PDP positif Covid-19 terakhir berinisial AS yang merupakan warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

AS juga telah dirujuk ke RSUD Perdagangan.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB sore ini, rencananya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Simalungun akan memeriksa keluarga dan kerabat para PDP di tempat tinggalnya masing-masing.

"Di kawasan tempat tinggal PDP SS akan kita ambil sampel 100 orang dan besok pagi di kawasan tempat tinggal DS akan diambil 200 sampel," katanya.

Para petugas memakamkan jenazah wartawan Abdollah Zavieh, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), di pemakaman Behesht Zahra di Teheran, Iran, 24 Maret 2020.
Para petugas memakamkan jenazah wartawan Abdollah Zavieh, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), di pemakaman Behesht Zahra di Teheran, Iran, 24 Maret 2020. (VOA Indonesia)

Data Covid-19 Sumut

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah mengatakan, adanya peningkatan terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Hingga Kamis (2/4/2020), jumlah ODP mengalami peningkatan sebesar 11 persen, menjadi 3.338 orang.

Sebelumnya, jumlah ODP Sumut tercatat sebanyak 2.970 orang.

"ODP 3.338 orang yang sebelumnya, 2.970. Data mengalami peningkatan 11 persen," kata Aris, saat melakukan siaran langsung melalui akun YouTube Humas Pemprov Sumut, di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Untuk jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Corona atau Covid-19 belum ada penambahan. Artinya, jumlah pasien positif berjumlah 30 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk di Sumut mengalami penurunan sebesar 4,5 persen. Sebelumnya, jumlah PDP di Sumut berjumlah 88 orang.

"PDP hari ini berdasarkan data yang masuk berjumlah 84 orang," jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum dapat membeberkan berapa jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh dari wabah virus ini.

"Kita belum menerima pasien sembuh, sekarang PDP sedang dalam perawatan dan isolasi di rumah sakit. Mungkin tidak lama lagi kita akan menerimanya," ucapnya.

Selain itu, Aris meminta kepada masyarakat selalu mewaspadai penyebaran virus Corona ini dengan melakukan isolasi diri di rumah.

Pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak berkumpul dan menghindari pusat keramaian.

Kemudian, pemerintah juga telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan mudik pulang kampung selama kondisi tanggap darurat wabah virus ini berlangsung.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved