TKI Ilegal Dilarang Masuk Indonesia, TNI AL Dikerahkan Awasi "Jalur Tikus" di Asahan
Sejumlah "jalur tikus" yang kerap digunakan sekelompok oknum untuk memulangkan TKI ilegal ke Indonesia kini diawasi TNI AL
KISARAN,TRIBUN-Bupati Asahan, Surya mengatakan pengawasan garis pantai perairan Asahan harus diperketat.
Ini dilakukan guna mencegah masuknya tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang pulang dari Malaysia.
Sebab, sejak virus Corona/Covid-19 merebak, Malaysia sudah lebih dulu melakukan lockdown.
• Masuk Indonesia Lewat Jalur tak Resmi, Tiga TKI Ilegal dari Malaysia Diamankan Polres Tanjungbalai
"Saat ini kami mulai menyusuri perairan Asahan dan melakukan pemetaan di sejumlah lokasi yang menjadi pintu masuk TKI," kata Surya, Rabu (1/4/2020).
Ia mengatakan, karena pengawasan jalur laut ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Asahan, maka mereka menggandeng aparat TNI Angkatan Laut (AL) untuk mengawasi "jalur tikus" yang selama ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu guna memulangkan TKI ilegal.
• 64 Orang TKI Ilegal Diamankan Petugas Lanal Tanjungbalai Asahan, Negatif Terinfeksi Virus Corona
"Berdasarkan hasil rapat, setiap hari akan ada dua kapal angkatan laut yang intens patroli, 10 jam per hari.
Bergerak seperti gosokan, tidak sejajar, demi mencegah kapal nelayan membawa masuk TKI-TKI," tambahnya
Menurut Surya, peningkatan patroli itu akan berlangsung hingga 29 Mei 2020 mendatang sesuai dengan status siaga dalam mencegah Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
• Dua Orang Tertangkap Bawa Sabu 2 Kg, Polres Tanjungbalai Serahkan 18 TKI Ilegal ke Imigrasi Kelas II
Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris mengatakan bilamana nantinya ada kapal nelayan yang kedapatan mengakut TKI resmi maupun TKI ilegal melalui jakur tikus, maka pihaknya akan melakukan tindakan sesuai prosedur, berupa pemeriksaan barang bawaan dan juga pengecekan suhu tubuh.
"Bila ada ketangkap akan diamankan dan akan undang petugas karantina kesehatan pelabuhan (KKP) Teluknibung, untuk uji kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang.
Kalau tidak ada indikasi Covid-19, akan kami data, baru setelah itu dipulangkan, dan mengimbau agar tetap memeriksakan diri ke puskesmas," kata Dafris.(ind)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lanal-tikus-asahan.jpg)