News Video

2 Hari Berturut Edy Rahmayadi Tinjau Kesiapan RS Martha Friska sebagai Rujukan Pasien Covid 19

Dua hari berturut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tinjau RS Martha Friska, Jalan Multatuli Medan, Rabu (1/4/2020)

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Hendrik Naipospos

Antisipasi lonjakan Pasien Covid 19, Edy Rahmayadi Tinjau RS Martha Friska

TRI BUN-MEDAN.COM - Dua hari berturut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau RS Martha Friska, Jalan Multatuli Medan, Rabu (1/4/2020).

Mantan Pangkostrad ini melihat kesiapan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid 19 atau Virus Corona.

"RS Martha Friska Jalan Multatuli ini dijadikan sebagai rumah sakit rujukan terkhusus indikasi (sakit) sedang sampai berat," ujar Edy Rahmayadi.

Dalam penuturannnya, Edy Rahmayadi menegaskan rumah sakit ini akan mulai beroperasi pada esok hari, Kamis (2/4/2020).

"Besok pukul 10.00 WIB, ini sudah running, sudah dibuka rumah sakit ini," tuturnya.

"Saya hari ini mengecek kesiapan penerimaan pasien rujukan, kesiapan logistik pasien; makan-minum pasien, kesiapan obat-obatan, perawat, kesiapan dokter, kesiapan alat-alat kesehatan," sambungnya.

Ia meminta seluruh anggotanya untuk menyelesaikan semua persiapan malam ini.

Perawat di Medan Positif Covid 19

Setelah satu PDP meninggal dunia di RS Bunda Thamrin Medan, Selasa (31/3/2020), Juru Bicara Gugus Tugas Pemprov Sumut, dr Aris Yudhariansyah, membenarkan ada satu perawat positif Covid 19 atau Virus Corona di rumah sakit tersebut.

Aris Yudhariansyah menegaskan kalau petugas medis sudah diisolasi.

Kondisinya kata Aris Yudhariansyah dalam kondisi baik.

"Kondisinya bagus, tapi tetap harus diisolasi di sana (RS Bunda Thamrin)," cetusnya.

"Statusnya Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dengan rapid test positif, jadi masih menunggu hasil swab dari pusat," sambungnya.
Saat ditanya kenapa perawat tersebut tidak dirujuk ke RS Khusus penganganan PDP seperti di RS GL Tobing, ia menjelaskan butuh penanganan yang cepat.

"Langsung dirawat di RS Bunda Thamrin, agar langsung ditangani cepat," kata Aris Yudhariansyah.

Terkait kemungkinan adanya tenaga medis lainnya yang positif di Sumut, ia menyebutkan Gugus Tugas belum mendapatkan laporan.

"Belum ada, hingga saat ini baru itu yang masuk laporannya," pungkasnya.

 TERUNGKAP FAKTA Janggal Kematian Pasien COVID 19 Pancurbatu, Kades Blak-blakan Soal Diagnosa Dokter

 Mengapa Banyak Pekerja Medis Tertular Virus Corona? Ternyata Tubuh Pasien jadi Pabrik Covid-19

Dua hari berturut

Dua hari berturut Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID 19 meninggal dunia di Medan.

Setelah pasien berinisial SA yang meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020).

Satu lagi PDP meninggal di RS Bunda Thamrin, Selasa (31/3/2020).

Almarhum meninggal dunia setelah 4 hari dirawat di RS Bunda Thamrin.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah.  

"Iya benar ada meninggal pasien PDP di RS Bunda Thamrin Medan, Meninggal sekitar jam 9 pagi hari ini," tutur Aris Yudhariansyah kepada Tri bun Medan.

 Kompol Faidir Chaniago Buka Suara setelah Dibentak-bentak Anggota DPRD Medan Edi Saputra

 Anggota DPRD Medan Edi Saputra Cekcok dengan Polisi: Mana Corona Itu Biar Kutelan

Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut telah menjalani rapid test dan hasil positif.

"Hasil rapid testnya positif itu semalam kita lakukan. Namun, hasil laboratorium dari Jakarta belum keluar," tutur Aris.

Lebih lanjut, Aris menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) kepada rekan-rekannya di BNNP Sumut.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut ini menyebutkan kondisi terakhir pasien cukup berat dan telah 4 hari dirawat.

"Kondisinya demam, sesak nafas dan penurunan kesadaran. Sudah empat hari masuk dan dirawat di rumah sakit," bebernya.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar pasien terkena di Medan karena tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota atau luar negeri.

"Kalau berdasarkan penyelidikan sementara dia tidak ada pergi kemana-mana. Artinya ada kemungkinan terkena di Medan," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun oleh Tribun Medan dari berbagai sumber, pasien tersebut bekerja di Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumatera Utara.

Sang pasien juga dikabarkan merupakan warga Kabupaten Deliserdang dan tinggal di Kecamatan Pancur Batu.

(cr3/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved