TIDAK MAU TULARKAN Virus Corona, Seorang Perawat Bunuh Diri, Angka Kematian Melebihi 7.500 orang

Tragis, seorang perawat rumah sakit yang positif terinfeksi virus Corona mengakhiri hidup dengan cara bunuh dini.

BBC News Indonesia/ PAOLO MIRANDA
Tekanan emosional yang dirasakan staf medis kerap terlampau berat. 

Tidak Mau Tularkan Virus Corona, Seorang Perawat Bunuh Diri, Angka Kematian Melebihi 7.500 orang

Tragis, seorang perawat rumah sakit yang positif terinfeksi virus Corona mengakhiri hidup dengan cara bunuh dini.

Ia diduga stres dan tidak ingin menularkan virus mematikan itu terhadap orang lain. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang perawat rumah sakit memutuskan untuk bunuh diri setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. 

Belakangan diketahui perawat itu bernama Daniela Trezzi (34). 

Trezzi merasa panik saat infeksinya bisa menular kepada orang lain.

Ia mengalami stres berat ketika merawat para pasien virus corona di San Gerardo Hospital di Monza, sebuah wilayah regional di Lombardy, Italia.

TKI Malaysia Positif Virus Corona akan Ditangani di RS Galang, Ada Ribuan TKI yang Dipulangkan

Wabah Virus Corona Semakin Gawat, WHO Prediksi Pasien COVID-19 di Amerika Kalahkan Eropa

Trezzi merupakan perawat di intensive care unit (ICU) saat dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Federasi Nasional Perawat Italia menyampaikan belasungkawa terhadap kematian Trezzi yang menambah total angka kematian di negeri itu.

Pihak federasi nasional perawat mengatakan, setiap orang telah memilih profesi yang punya risiko baik dan buruk, kita adalah perawat. 

"Kondisi dan tekanan yang dialami para profesional kami berada di bawah pengawasan semua orang," ujar pihak federasi perawat tersebut. 

Mereka juga menambahkan bahwa peristiwa serupa juga telah terjadi sepekan lalu di Venesia dengan alasan yang sama.

Manajer umum rumah sakit Mario Alparone mengatakan Trezzi sudah di rumah sakit sejak 10 Maret sdan dia tidak berada di bawah pengawasan.

Akhirnya, kematian perawat tersebut sedang diselidiki.

JUMLAH Pasien Corona Terus Bertambah, 1 PDP Meninggal di Medan dan 9 Positif Virus Corona di Sumut

Sekitar 5.760 perawat kesehatan telah terinfeksi oleh virus corona, hal ini berdasarkan angka yang dirilis pada Selasa (24/3/2020) oleh sebuah lembaga penelitian Italia.

Total Angka Kematian Melebihi 7.500 orang

Italia melaporkan 683 orang telah meninggal akibat virus corona (COVID-19) dalam waktu 24 jam terakhir.

Demikian otoritas Italia melaporkan pada Rabu (25/3/2020) waktu setempat, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (26/3/2020).

Tercatat jumlah ini lebih rendah dari angka kematian pada hari sebelumnya, Selasa (24/3/2020), sebanyak 743.

Dengan jumlah kematian baru ini, kini tercatat total 7.503 orang telah meninggal akibat COVID-19, dalam waktu hampir satu bulan.

Wilayah utara Lombardy, sejauh ini menjadi terbanyak kasus infeksi.

Namun dalam beberapa hari ini, menunjukkan penurunan tajam dalam jumlah kematian dan kasus infeksi baru pada Rabu (25/3/2020).

Sejauh ini jumlah kasus infeksi COVID-19 di Italia meningkat menjadi 74.386 dari 69.176 pada hari sebelumnya.

Pemerintah Italia telah mengambil kebijakan Lockdown untuk 60 juta penduduknya sejak 12 Marret lalu. Sejak itu masyarakat dilarang berkumpul dan sebagian besar toko tertutup.

Polisi pun melakukan penjagaan dan operasi terhadap mereka yang masih berkeliaran di jalanan.

Polisi memeriksa dokumen dan menayakan alasan mereka ke luar rumah.

Jumlah kasus meninggal di Italia melampaui kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di China, per Kamis (19/3/2020) waktu setempat.

Saat itu tercatat total kematian mencapai 3.405 setelah laporan baru sebanyak 427 orang meninggal pada Rabu (18/3/2020).

China melaporkan 3.245 orang meninggal sejak kasus pertama pada akhir tahun lalu.

Terlihat pula hiruk pikuk truk tentara mengirimkan peti mati pada Kamis(19/3/2020) ke pemakaman di kota Italia Utara.

Pemakaman yang berlangsung 30 menit itu dilakukan untuk menghindari penularan melalui kerumunan.

Para petugas pengubur memakai perlengkapan lengkap, yang menutup dari kepala sampai kaki.

Perdana Menteri Giuseppe Conte meminta warga Italia untuk disiplin dan mentaati aturan lockdown.

Sejumlah langkah sudah ditempuh Italia untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Di antaranya pemerintah Italia sudah melakukan pembatasan perjalanan ke Italia, menutup Restoran, Bar dan hampir semua toko kecuali untuk toko makanan dan laboratorium kimiawan.

"Pemerintah melakukan yang terbaik, kita berada dalam perang melawan musuh yang tak terlihat," kata pemilik Roma toko Delicatessen Roberto Castroni.

Otoritas Kesehatan Italia mencatat panderita virus Corona mencapai 15.113 dari sebelumnya 12.462. Artinya, ada peningkatan yang tinggi. 

Demi mencegah meluasnya penularan pandemi itu, Gereja Katolik Roma sudah memerintahkan penutupan seluruh gereja. 

(Channel News Asia/Reuters/AFP)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perawat di Italia yang Bunuh Diri Sempat Stres Berat Sebelum Dinyatakan Positif Virus Corona

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved