Wabah Virus Corona Semakin Gawat, WHO Prediksi Pasien COVID-19 di Amerika Kalahkan Eropa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi lonjakan pasien virus Corona atau COVID-19 di Amerika semakin tinggi dalam beberapa hari mendatang.

AFP
Tedros Adhanom Ghebreyesus. WHO Menyurati Presiden Jokowi Minta Umumkan Darurat Nasional, Simak Juga Cara Pencegahan Efektif. (AFP) 

Wabah Virus Corona Semakin Gawat, WHO Prediksi Pasien COVID-19 di Amerika Kalahkan Eropa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi lonjakan pasien virus Corona atau COVID-19 di Amerika semakin tinggi dalam beberapa hari mendatang. Bahkan, bisa mengalahkan berbagai negara eropa.

TRIBUN-MEDAN.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi Amerika bisa mengalahkan berbagai negara eropa dalam hal penderita virus Corona.

Apalagi, wabah yang mulanya berawal di Wuhan, Provinsi Hubei, pada Desember 2019 kini telah bergeser ke Eropa.

Juru bicara WHO, Margaret Harris mengatakan kepada wartawan dalam jumpa pers virtual bahwa 85 persen kasus baru dilaporkan secara global dalam waktu semalam dari dua kawasan wabah terbesar yakni Eropa dan AS.

Pada Senin (23/03/2020), kasus baru terjadi dalam 24 jam di Eropa sebanyak 20.131. Sementara di AS sebanyak 16.354 kasus.

PENJELASAN LENGKAP Wilayah Jakarta yang Terinfeksi Virus Corona, Terbanyak di Pegadungan dan Tomang

Harris juga mengatakan bahwa angka sebesar itu di AS berpotensi membuat negara itu menjadi pusat wabah menggantikan Eropa.

Meski begitu, Harris hanya mengatakan itu belum menjadi suatu kepastian.

Alasan mengapa AS berpotensi menggantikan Eropa sebagai pusat wabah virus corona adalah penularan yang cepat dan peningkatan angka kasusnya cukup intens.

Harris mengatakan bahwa karena masa inkubasi,kenaikan jumlah kasus mencerminkan lonjakan penularan yang berlangsung sampai lima hari sebelumnya.

"Setiap individu yang menginfeksi dua hingga tiga orang lainnya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima hari. Jadi, kita lihat apa yang terjadi tiga atau empat hari lalu, atau lima hari yang lalu di banyak negara," jelas Harris.

Angka-angka yang ada menunjukkan bahwa seminggu lalu di AS terjadi banyak sekali penularan.

Fatality Rate Indonesia soal Virus Corona 2 Kali di Dunia, Ini Fatality Rate-nya Dibandingkan Italia

Meskipun jumlah kasus meningkat, Harris mengatakan ada juga beberapa hal positif yang sangat besar dari AS.

"Pengujian sedang ditingkatkan, ada lebih banyak upaya untuk mengisolasi, merawat setiap kasus yang dikonfirmasi dan melacak dan mengkarantina orang," kata Harris.

Juga ada mobilisasi komunitas yang sangat kuat. Ada beberapa kisah yang sangat mengharukan dan fantastis dari AS tentang apa yang dilakukan orang untuk satu sama lain.

Menurut penghitungan AFP yang dikumpulkan pada 11:00 GMT Selasa (24/03/2020) dari sumber resmi, Covid-19 kini telah menginfeksi lebih dari 386 ribu orang di seluruh dunia, dan menewaskan hampir 17 ribu sejak Desember 2019.

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul AS Berpotensi Salip Eropa Sebagai Pusat Wabah Virus Corona

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved