Virus Corona

Saking Senangnya Ingin Pulang, Dokter Handoko Naik Taksi ke Rumah, Rasanya Lebih Enak Tahanan KPK

Handoko Gunawan sebelumnya menjadi pasien suspek virus corona (Covid-19) dan menjalani masa isolasi selama 14 hari.

istimewa/tribunnews.com
Dokter Spesialis Paru Handoko Gunawan pulang dari RSUP Persahabatan naik taksi setelah diisolasi 14 hari dan dinyatakan negatif Virus Corona, Selasa (24/3/2020). 

Ada salah satu dokter, sampai dia pulang saja sebelum meninggal. Pulang ke rumah cuma lihat anak dan istrinya dari luar pagar. Kemudian dia lari lagi ke rumah sakit, bantu penanganan covid. sampai akhirnya dia pingsan.

Jadi, yang penting itu tenaga kesehatan harus diperhatikan. Perawat-perawat dengan gaji yang kecil, harus ditingkatkan.

Dia kan resikonya tinggi kena covid. Kalau dia kena, gimana keluarganya di rumah? Belum kalau dia kerja kan tidak pakai APD. APD mahal. Tidak bisa semua rumah sakit pakai APD.

APD harganya Rp 1 juta per unit. Sekali pakai langsung dibuang. Jadi mengimbau masyarakat untuk ingat bahwa dokter dan perawat ada di garis terdepan berhadapan dengan covid.

Jangan sampai mereka mati sia-sia. Gizinya perbaiki. Kirim-kirim makanan, susu, telur, untuk tenaga medis kita.

Sebenarnya tenaga medis Indonesia sendiri optimistis atau tidak bahwa kita bebas dari Corona?

Terus terang kita sangat pesimis. Kasusnya begitu banyak. Fasilitas pelindung kami pun minim.

Potensi pasien positif covid bisa disembuhkan sebenarnya berapa persen?

Angka kematian rata-rata 3-4 persen. di Indonesia saya dengar 8 persen. Tapi karena apa? itu yang meninggal banyak yang sebelumnya tidak terdeteksi covid. Yang terdeteksi paling hanya puncak gunung es.

Kalau kita lakukan swab massal, nanti baru ketahuan berapa banyak yang kena covid ini. karena itu swab harus gratis.

Alasan lain tenaga medis Indonesia pesimistis berhadapan dengan covid apa dok?

Sampai sekarang belum ada obat yang pasti menyembuhkan pasien covid. Selain itu tenaga medis kita juga keteteran. Jumlah tenaga medis sedikit, kasus terlalu banyak.

Coba lihat di RS Persahabatan, kasus yang datang berapa banyak? Sampai ratusan.

Tenaga medisnya sedikit. Jadi APD mesti disediakan. APD itu mutlak dibutuhkan, kalau tidak sia-sia mereka adu nyawa di garis terdepan. 

Pesan Anda untuk pasien positif covid?

Sumber: Warta kota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved