News Video
Wartawan yang Liput PDP Corona di Simalungun Akhirnya Diisolasi
Viral foto juru kamera televisi melakukan peliputan PDP Corona tanpa APD. Foto tersebut terjadi di RSU Perdagangan, 20 MareT 2020
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Wartawan yang Liput PDP Corona di Simalungun Diisolasi, Masuk Ruang Isolasi tanpa APD
TRI BUN-MEDAN.COM - Viral foto juru kamera televisi melakukan peliputan PDP Corona tanpa alat pelinding diri (APD).
Foto tersebut terjadi di RSU Perdagangan pada 20 Maret 2020.
Juru kamera sedang melakukan peliputan saat Bupati Simalungun, JR Saragih, melakukan sidak.
Manajemen Efarina TV diwakili, Silverius Bangun, menggelar konferensi pers terkait foto yang viral tersebut.
Tonton video:
• Pemkab Deliserdang Siapkan Rp 46,5 M terkait Corona, Dokter dan Tenaga Medis Dapat Insentif
• Pemko Medan Sediakan Tempat Cuci Tangan di Ruang Publik, Rp 100 Miliar untuk Antisipasi Virus Corona
Ia menyebut wartawan yang bersangkutan telah diisolasi.
"Isolasi mandiri di rumah kepada salah satu staf kami. Setelah itu, setelah melakukan komunikasi sesuai protokol Covid 19, maka yang (wartawan) bersama dengan beliau kami juga isolasi. Maka ada 2 wartawan kami yang diisolasi," tutur Silverius Bangun.
Ia menegaskan manajemen akan memberikan seluruh kebutuhan selama isolasi hingga dinyatakan bebas dari Covid 19.
Pernyataan lengkap manajemen:
2 Orang Meninggal di Medan
Plt Walikota Medan Akhyar Nasution membenarkan jumlah pasien COVID-19 meninggal dunia di Medan bertambah.
Hal ini disampaikan Akhyar di Merdeka Walk, Kesawan, Medan, Senin (23/3/2020), saat membagikan masker kepada para pengendara sepeda motor.
"Ada lagi yang meninggal di Medan, yang hari ini akan dikebumikan. Setelah dr Ucok Martin hari ini AG," bebernya.
Setelah kabar pasien meninggal ini, Akhyar menegaskan langkah selanjutnya adalah untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah wilayah di Medan.
"Dimana daerah tersebut akan dilakukan penyemprotan. Sejak hari sabtu sudah dilakukan penyemprotan di public service dan public area. Kita akan masuk lebih dalam daerah privat, kkantor pemerintahan dan rumah ibadah secara berkelanjutan," tuturnya.
Terkait, sulitnya ditemukan masker dan harganya yang meroket, Akhyar meminta seluruh produsen dan distributor memproduksi secara massal.
"Hari ini Kami punya cadangan masker yang kami bagi-bagi kepada masyarakat. Tapi tolong dijaga karena barang ini langka. Dan kami akan terus berusaha kepada seluruh distributor dan produsen. Masker, ayok produksi secara massal dan bagikan ke masyarakat," tegasnya. .
Ia meminta agar masyarakat Kota Medan tidak melakukan kegiatan kerumunan untuk mengantisipasi penyebaran COVID19.
Akhyar juga memastikan pasar di Kota Medan akan tetap bekeja.
"Nah kita minta, siapapun, atok kita putus rantai Covid . Jangan ada kontak, kerumunan. Pasar tetap operasi, kalau pasar tidak ada distribusi makanan kita terputus jadi pasar pasar tetap," pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan pihaknya masih mengecek apakah benar pasien yang meninggal di RS Siloam tersebut benar karena Viru Corona.
"Kami belum dapat datanya, infonya seperti itu yang dari Rumah Sakit Siloam kan. Lagi kita cek, lagi kita cek," tuturnya.
Ia belum dapat memberikan kabar selanjutnya apabila info belum valid.
"Iya ini lagi kita cek, kami belum bisa kasih informasi kalau belum dapat yang valid," tambah Aris.
Namun, Aris membenarkan bahwa RS Siloam merupakan rumah sakit yang merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID19.
"Justru itu belum ada laporannya pasien ini meningga karena Virus Corona atau tidak. Di siloam memang ada pasien yang dirawat PDP," pungkasnya.
(hen/tri bun-medan.com)