News Video

Pemko Medan Sediakan Tempat Cuci Tangan di Ruang Publik, Rp 100 Miliar untuk Antisipasi Virus Corona

Guna menanggulangi penyebaran Covid 19 di Kota Medan, pemerintah menyediakan tempat cuci tangan (westafel) umum di ruang publik

Pemko Medan Sediakan Tempat Cuci Tangan di Ruang Publik, Rp 100 Miliar untuk Antisipasi Virus Corona

TRI BUN-MEDAN.com - Guna menanggulangi penyebaran Covid 19 di Kota Medan, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Penataan Ruang (DPKPPR) menyediakan tempat cuci tangan (westafel) umum di ruang publik.

Diwawancarai www.tri bun-medan.com, Kadis DKPPR, Benny Iskandar, mengatakan pihaknya telah menyediakan sarana wastafel di antaranya Kantor Pos Besar Medan, pintu masuk Stasiun Kereta Api, depan Kantor Kesbangpolinmas dan depan pintu masuk Istana Maimun.

"Yang baru kita pasang kemarin ada empat, rencananya kalau yang sifatnya westafel seperti ini akan kita buat lima, tapi yang satu lagi belum dapat lokasinya," katanya.

Kedepannya kata Benny, Dinas PKPPR akan menambah wadah mencuci tangan di beberapa trotoar.

Hal tersebut dilakukan karena tuntutan masyarakat yang ingin mencuci tangan namun tidak ada wadahnya.

"Hari ini kita akan pasang dengan sistem yang baru lagi yakni di trotoar-trotoar, rencananya ada lima lokasi. Pertama rencananya di HM Yamin di depan Perjuangan 45, kemudian di Jalan Gatot Subroto dekat pintu masuk ke arah pasar Petisah, kemudian di SM Raja, dan di dekat pintu masuk USU di pintu satu Jalan DR Mansur, dan di Jalan Diponegoro," sambungnya.

Ia berharap dengan disediakannya wetafel umum tersebut, masyarakat dapat menggunakan dengan bijak dan tidak dirusak.

Benny menegaskan wadah pencuci tangan di trotoar akan dikerjakan hari ini.

"Kalau yang di trotoar, hari ini kita hanya buat dua, dan besok tiga karena untuk merakitnya kan agak butuh waktu, dua hari ini diselesaikan. Di masing-masing westafel akan kita sediakan tisu, sabun pencuci tangan dan air mengalir. Mari kita bersama menjaga agar wadah ini tidak dirusak dan dipergunakan sebaik mungkin," pungkasnya.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat meninjau kembali eks Rumah Sakit Umum Sari Mutiara (RSUSM) di Jalan Kapten Muslim No 79 Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (20/3/2020).
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat meninjau kembali eks Rumah Sakit Umum Sari Mutiara (RSUSM) di Jalan Kapten Muslim No 79 Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (20/3/2020). (DOK. Humas Pemkot Medan)

Siapkan Rp 100 Miliar

Pasca-ditetapkan Kota Medan berstatus Siaga Darurat Covid-19, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution mengaku Pemko Medan telah menyiapkan pos anggaran sebesar Rp. 100 milyar, yang akan digunakan untuk penanggulangan pencegahan maupun penanggulangan dampak sosial yang diakibatkan wabah Covid-19.

Terlebih jika angka kasus Covid-19 di Kota Medan terjadi peningkatan yang signifikan.

"Kita tentu berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir. Namun, kesiapsiagaan tetap dilakukan lewat pengalokasian dana APBD Kota Medan dan penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan," katanya saat meninjau RSU Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim, Sabtu (21/3/2020).

Ini merupakan ketiga kalinya Akhyar meninjau rumah sakit pasca-ditunjuk dan ditetapkan Gubsu Edy Rahmayadi, sebagai tempat screening awal penanganan corona virus disease (Covid-19) untuk warga Sumut termasuk Kota Medan, Rabu (18/3/2020) lalu.

Usai meninjau RSU Sari Mutiara, Akhyar beserta rombongan kemudian meninjau RSU GL Tobing di Komplek PTPN II, Tanjung Morawa.

Di sini, Akhyar juga ingin melihat sejauh mana kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat evakuasi warga. Hingga saat ini seluruh ruangan tengah dipersiapkan dengan bantuan dari personil TNI.

(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved