PDP Covid19 Meninggal di Medan

Pasien Corona Meninggal Dunia Bertambah, Edy Rahmayadi: Meninggal di Medan, Terpapar di Jawa Barat

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan pasien Corona yang meninggal di Medan terinfeksi di Jawa Barat

Kapolda: Jangan Melayat

Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin Siregar melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, untuk tidak melayat dan ikut menguburkan termasuk keluarga.

"Saat pelaksaan rapat pencegahan covid 19 di pendopo Gubernuran, Kapolda Sumut berikan imbauan kepada masyarakat ataupun keluarga untuk tidak melayat ke rumah duka warga Bekala yang meninggal dunia akibat covid-19," ujarnya.

Hal ini disampaikan Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin, dalam keterangannya, ia mengatakan virus atau bakteri dari covid -19 cepat menyebar dalam kondisi tubuh sudah tidak berfungsi.

“Untuk saat ini kita percayakan pada tim medis yg sudah di percayakan dan lebih mengerti,” ungkap Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Disemprotkan Disinfektan sebelum memasuki ruangan di Mapolda Sumut. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Dokkes Polda Sumut.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Disemprotkan Disinfektan sebelum memasuki ruangan di Mapolda Sumut. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Dokkes Polda Sumut. (TRIBUN-MEDAN.COM/HO)

 Gubsu Edy Rahmayadi Pastikan Pasien Covid-19 yang Meninggal di Medan, Terpapar di Jawa Barat

 Edy Rahmayadi Kesal Dibully soal Virus Corona di Medsos, Sebut Kini Banyak yang Sok Menjadi Dokter

Lanjut Kapolda, tidak ada yang ngantar Jenazah, tidak ada yang memegang jenazah dan dalam tempo 4 jam segera di makamkan.

"Tidak akan ada pemeriksaan jenazah apabila mayat sudah didiagnosis mengidap COVID-19.

Jenazah sesegera mungkin di masukan kedalam kantong mayat dan tidak dibuka kembali.

Harus ditutup rapat-rapat dan segera di makamkan," sebut Irjen Martuani Sormin.

Masih dikatakannya, bahkan Kendaraan juga harus dibersihkan secara higienis setelah pengangkatan jenazah dan semua sarung tangan dan peralatan sekali pakai harus dibuang dengan aman.

"Baik keluarga dan masyarakat di himbau agar dapat mengerti dengan situasi ini karena ini dapat membahayakan kita semua," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved