Hiburan Malam Tetap Nekat Beroperasi di Tengah Penyebaran Wabah Corona, Surat Bupati Dairi Diabaikan
Hiburan malam di Kabupaten Dairi nekat beroperasi di tengah penyebaran wabah virus corona
Salah satu protokol tersebut, kata Edward, yakni penggunaan sarung tangan dan masker, baik oleh pedagang, maupun pembeli, untuk membatasi kontak langsung.
"Sudah kita susun dan kita ajukan kemarin. Mudah-mudahan cepat disetujui, sehingga bisa langsung diterapkan," pungkas Edward.
Bisa Dihitung Jari
Dampak penyebaran virus Corona/Covid-19 turut dirasakan pedagang Pasar Buah Berastagi.
Sudah seminggu belakangan ini, aktivitas jual beli menurun drastis.
Bahkan, di akhir pekan, jumlah pembeli yang datang bisa dihitung jari.
"Biasanya kalau sudah siang, sudah ramai sekali yang datang.
Tapi sekarang ini, sampai tengah hari hanya satu dua yang datang," kata Tedeh bru Pelawi, pedagang di Pasar Buah Berastagi, Minggu (22/3/2020).
• Ganindra Bimo Kuatkan Sang Istri yang Sempat Stres Usai Dinyatakan Positif Terjangkit Virus Corona
Ia mengatakan, penurunan jumlah pengunjung ini tak terlepas dari imbauan pemerintah.
Sehingga, masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah.
"Itulah, mungkin karena sudah ada imbauan juga.
Makanya masyarakat ini takut untuk jalan-jalan," ungkap Tedeh.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Yudi mengatakan cukup khawatir dengan penyebaran Corona ini.
Karena dia sudah merencanakan perjalanan ke Berastagi, mau tak mau dia pun tetap berlibur.
"Agak was-was juga memang, tapi sudah terlanjur janji kita sama keluarga jadi ya tetap pergi juga," ucapnya.(cr16/cr4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hiburan-malam-buka.jpg)