Hiburan Malam Tetap Nekat Beroperasi di Tengah Penyebaran Wabah Corona, Surat Bupati Dairi Diabaikan
Hiburan malam di Kabupaten Dairi nekat beroperasi di tengah penyebaran wabah virus corona
DAIRI,TRIBUN-Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu belum lama ini menerbitkan surat edaran (SE) terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya virus Corona atau Covid-19.
Dalam SE nomor 440/1364 tanggal 20 Maret 2020 itu, Eddy meminta warganya tidak melakukan aktivitas di luar rumah secara berlebihan.
Namun, aturan itu agaknya tidak berlaku bagi pengusaha hiburan malam.
Buktinya, sejumlah lokasi hiburan malam di Sidikalang, Kabupaten Dairi tetap nekat beroperasi, Minggu (22/3/2020) dinihari.
• BCA Umumkan Seorang Karyawannya di Kantor Pusat Dinyatakan Positif Corona
Mereka tidak mematuhi SE yang sudah diterbitkan oleh Bupati.
Dari amatan Tribun Medan di lokasi hiburan malam yang ada di Jalan Lingkar Sidikalang dan jalinsum Sidikalang-Medan, Kecamatan Sitinjo, puluhan orang tidak hanya laki-laki, tapi juga wanita hilir mudik di pinggir jalan.
Suara dentuman musik menggema, hingga memekakkan telinga.
• Korban Covid-19 (Corona) Meninggal Lagi di Medan, Kapolda Imbau Warga Gak Melayat, Gak ke Pemakaman
Terkait persoalan ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi, Rotua Panjaitan enggan berkomentar.
Berulangkali dihubungi, Rotua tidak menjawab, hingga mencuat dugaan ada "main mata" antara pengusaha dengan pejabat terkait.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Dairi, Eddy Banurea justru lebih tegas.
Dia mengaku akan turun langsung ke tempat hiburan malam tersebut untuk meminta para pengusaha menutup tempat hiburannya sementara waktu.
"Pertama-tama, kita imbau dulu. Jika masih membandel, terpaksa kita tindak tegas. Tempatnya kita tutup," tukas Eddy.
• Wartawan yang Liput PDP Corona di Simalungun Akhirnya Diisolasi
Masih terkait wabah Corona, sejak ada imbauan untuk tidak keluar rumah selaka dua minggu kedepan, jalanan dan pusat-pusat keramaian di Sidikalang perlahan mulai lengang.
Paling mencolok terjadi di Pusat Pasar Sidikalang dan sekitarnya.
Pantauan Tribun Medan, Minggu (22/3/2020), pusat perekonomian terbesar di Kabupaten Dairi ini tampak sepi dari biasanya.
Kondisi itu bahkan terjadi sejak Sabtu (21/3/2020) kemarin, yang mana setiap Sabtu menjadi hari dilangsungkannya pekan.
Para pedagang lebih banyak santai duduk-duduk di samping dagangannya, sembari berbincang satu sama lain.
Arus lalu lintas di jalan raya sekeliling Pusat Pasar Sidikalang juga terasa lebih lengang dari biasanya yang selalu macet.
• Rentan Diserang Virus Corona, Begini Anjuran Asupan Gizi Harian untuk Usia 40-an dari Ahli
"Sepi sekali. Jumlah orang yang belanja menurun dratis," kata Angkat, pedagang Pasar Sidikalang.
Menurut pedagang, wabah Covid-19 membuat harga-harga kebutuhan ikut terguncang alias tidak stabil.
Jadinya, selain pengunjung, jumlah pedagang yang membuka lapak di pekan ikut menurun.
"Petani-petani malas jual hasil buminya langsung.
Sudah pembeli sepi, harga enggak stabil pula," sebut Atun, pedagang lainnya.
• Cegah Virus Corona di Medan, Akhyar Bersama IKAPTK Distribusikan 151 Alat Disinfektan
Para pedagang berharap, penyebaran wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir, sehingga kehidupan kembali normal.
Sementara itu, Direktur PD Pasar Kabupaten Dairi, Edward Hutabarat, menampik soal pasar jadi sepi pengunjung gara-gara wabah Covid-19.
Menurutnya, penurunan jumlah pengunjung pasar belum begitu signifikan.
"Belum bisa dikatakan sepi sekali. Biasa-biasa saja," ujar Edward kepada Tribun Medan via seluler.
Disinggung soal harga kebutuhan pokok di pasar terguncang gara-gara virus Corona, Edward tidak sependapat.
• Pemkab Deliserdang Siapkan Rp 46,5 M terkait Corona, Dokter dan Tenaga Medis Dapat Insentif
"Perihal harga ini, kan tergantung hukum permintaan dan penawaran," tutur Edward.
Ia menambahkan, untuk mencegah penularan virus Corona di pasar, PD Pasar Dairi telah menyusun protokol.
Salah satu protokol tersebut, kata Edward, yakni penggunaan sarung tangan dan masker, baik oleh pedagang, maupun pembeli, untuk membatasi kontak langsung.
"Sudah kita susun dan kita ajukan kemarin. Mudah-mudahan cepat disetujui, sehingga bisa langsung diterapkan," pungkas Edward.
Bisa Dihitung Jari
Dampak penyebaran virus Corona/Covid-19 turut dirasakan pedagang Pasar Buah Berastagi.
Sudah seminggu belakangan ini, aktivitas jual beli menurun drastis.
Bahkan, di akhir pekan, jumlah pembeli yang datang bisa dihitung jari.
"Biasanya kalau sudah siang, sudah ramai sekali yang datang.
Tapi sekarang ini, sampai tengah hari hanya satu dua yang datang," kata Tedeh bru Pelawi, pedagang di Pasar Buah Berastagi, Minggu (22/3/2020).
• Ganindra Bimo Kuatkan Sang Istri yang Sempat Stres Usai Dinyatakan Positif Terjangkit Virus Corona
Ia mengatakan, penurunan jumlah pengunjung ini tak terlepas dari imbauan pemerintah.
Sehingga, masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah.
"Itulah, mungkin karena sudah ada imbauan juga.
Makanya masyarakat ini takut untuk jalan-jalan," ungkap Tedeh.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Yudi mengatakan cukup khawatir dengan penyebaran Corona ini.
Karena dia sudah merencanakan perjalanan ke Berastagi, mau tak mau dia pun tetap berlibur.
"Agak was-was juga memang, tapi sudah terlanjur janji kita sama keluarga jadi ya tetap pergi juga," ucapnya.(cr16/cr4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hiburan-malam-buka.jpg)