793 Orang Meninggal Tiap Hari meski Italia Sudah Lockdown, Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan China
793 Orang Meninggal Tiap Hari meski Italia Sudah Lockdown, Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan China
Sementara itu di Milan, Versace menyajikan koleksi gender campuran di Fashion Week.
Kemudian di Roma, lalu lintas masih macet, dan para turis masih melempar koin di Trevi Fountain.
Ketika pengumuman lockdown diberlakukan dan anggota militer turun tangan, barulah warga mulai tinggal di rumah untuk karantina.
Masalahnya saat itu, kondisi sudah hampir berada mencapai titik puncak.
Misal di rumah sakit seperti di Brescia, para dokter, perawat, dan pastor yang memberi ritual, telah meninggal karena wabah virus corona.
Dan di saat yang sama, setiap hari ada saja kasus baru dan kematian.
Penyebab lain terjadi lonjakan kematian tinggi di Italia adalah karena Italia memiliki populasi tertua kedua di dunia.
Sekitar 23,3 persen orang Italia berusia di atas 65 tahun.
Padahal, virus corona diketahui lebih rentan mengancam orang tua atau orang-orang dengan kondisi kesehatan yang lemah.
Dalam hal ini, para lansia lebih rentan dan berisiko terkena virus karena sistem pernapasan yang lebih lemah.
Sementara, anak-anak lebih kebal karena mereka cenderung memiliki paru-paru yang masih baik.
Tapi anak-anak, remaja, dan dewasa muda bisa menjadi 'carrier' atau orang yang menyebarkan virus.
#793 Orang Meninggal Tiap Hari meski Italia Sudah Lockdown, Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan China
Artikel Ini Sudah Tayang di Intisari dengan Judul Sudah Lockdown, Tapi Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Lebih Tinggi dari China, Ada 793 Kematian dalam 1 Hari, Apa Penyebabnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/covid-19-italia-melonjak.jpg)